Ketika Hujan Menari Bersama Resah ku.

Hujan…
basahi resah ku,
wajah kekasih terlihat dibalik kabut,
diantara derai angin, resah semakin mengulum ku dalam…
Tuhan, maafkan aku…
aku semakin tidak berani mendekat pada mu.
aku malu…

@Trendzsalon
menikmati SPA

Add comment Februari 8, 2010 Kupu-Kupu Kecil
Tags:

Jika tulus mencintai ku, terimalah prinsip ku !

Sayang, aku tahu kamu kecewa tentang prinsip-prinsip ku mengenai batasan kita berpacaran. Terserah jika semua orang bilang aku cupu, norak, dan ketinggalan jaman. Aku tidak peduli mengenai pendapat omong kosong itu. Yang terpenting aku merasa benar karena menjaga prinsip ku ini. Aku tidak ingin melangkah dengan salah, sayang. Aku mohon kendalikan keinginan kamu, kalau kamu benar-benar tulus menyayangi aku, kamu pasti bisa mengontrol pikiran liar kamu untuk tidak menyentuh ku lebih dari yang kamu mau. Demi Tuhan, aku menyayangi kamu. Membuktikan cinta atau tidak itu, bukan dengan cara berhubungan fisik, tapi dengan perhatian dengan tulus, rasa perduli, saling menghargai, dan pengorbanan. Aku selalu berdoa, agar kamu mengerti akan hal itu.

Add comment Februari 8, 2010 Kupu-Kupu Kecil
Tags:

Cinta Tidak / Ya

Kamu mencintainya ?
Ya. Ucap ku ketika semua orang bertanya.
Tapi dalam hati aku tidak yakin akan jawaban ku.
Hati ku yang paling mengetahuinya, bahwa aku hanya membutuhkannya.
Tapi kemudian, aku merasa tidak yakin dengan hati ku sendiri.
Apakah benar aku hanya sekedar membutuhkannya ?
Lalu mengapa aku begitu tergantung dan kecanduan padanya ?
Ah, apakah aku sudah mulai mencintainya ?
Apakah aku hanya terlalu takut mengakui bahwa cinta itu sudah ada.
Ah, sialan… lagi-lagi aku merasa ragu cinta tidak / ya…. ?

Add comment Februari 7, 2010 Kupu-Kupu Kecil
Tags:

Lelaki brengsek !

Sialan ! Laki-laki binatang ! selalu ingin menggigit, mengunyah, memakan ! brengsek ! selalu saja yang ada diotak lelaki hanya tentang seks,seks,seks ! dasar otak kotor ! apa hanya sampai disitu saja pemahamannya mengenai cinta ? ahh dasar otak sampah, go to hell !

Add comment Februari 5, 2010 Kupu-Kupu Kecil
Tags:

Ketika Cinta mu Perlahan Pergi

Waktu berlalu bersamaku…
begitu juga kau…
Tapi hatiku tertinggal dalam waktu
yang pernah kita lewati bersama…
sementara akal sehatku memutuskan untuk
melangkah perlahan meninggalkan
saat-saat indah itu…

Add comment September 5, 2009 Kupu-Kupu Kecil
Tags:

…ikhlas…

Selamat atas pernikahan kamu sayang…

aku gak akan hancur karena hal ini….

aku akan tersenyum untuk kebahagiaan kamu….

1 comment Agustus 30, 2009 Kupu-Kupu Kecil

…A Romance Maid in Bali. . .

Ketika cinta berubah menjadi ular berbisa yang menyebarkan racun kedalam system syaraf,apakah cinta pula yang bisa menjadi penawar racunnya…?

Seorang pemuda melingkarkan gelang berliontin kupu-kupu kecil di pergelangan tangan ku,kusangka itu adalah sebuah hadiah untuk ku,tapi ternyata itu adalah sebuah permintaan hati,

“Aku mencintai kamu Al,I want you to be my sweetheart.”

Pinta Fathan sore itu—setelah menghadiri launching novel perdana ku.Aku sudah cukup lama mengenal Fathan,ia seorang reporter di sebuah majalah remaja.Selama ini Fathan memang sangat baik pada ku,sudah banyak hal yang Fathan lakukan untuk ku,Fathan pulalah yang selalu menyemangatiku untuk mewujudkan impianku menjadi seorang penulis.Kedekatan diantara kami memang cukup baik,tapi aku tidak mengharapkan seorang pun untuk jatuh cinta dan menjadi kekasih ku.Cukuplah sudah bagi ku itu semua.Aku tidak sanggup untuk terluka lagi.

“Tidak.Aku tidak bisa.”Kata ku seraya mengalihkan pandangannku dari tatap matanya.Tangan sebelah kanan ku tergesa melepaskan pengait gelang itu.Aku memberikannya kembali pada Fathan.

“Kenapa?Karena masa lalu kamu?”Tanya Fathan dengan tajam.

Aku terdiam.Beberapa saat kita terdiam sejenak. Fathan masih menatap ku.Dalam.

“Kamu membiarkan diri kamu tersiksa Alice.Kenapa kamu selalu menghindar jika ada orang yang sayang sama kamu?”

“Kamu tidak mengerti .”

“Justru aku sangat mengerti ! Kamu takut untuk dekat dengan orang lagi karena masa lalu kamu kan?Kamu terlalu takut untuk dicintai lagi,untuk mencintai lagi.Ini tidak adil Alice.Kamu tidak membiarkan orang-orang baru masuk dalam hidup kamu.Sudahlah Alice,mau sampai kapan kamu menyimpan masa lalu itu?Lepaskanlah luka itu,kamu bisa bahagia kembali jika kamu mau membuka hati lagi”

“Untuk apa?Itu sama saja artinya aku mengijinkan seseorang melukai ku lagi.”

“Kamu salah Al,orang yang sungguh-sungguh mencintai kita tidak akan membuat terluka orang yang dicintainya.”

“Bulshit ! Kamu tidak tahu rasanya dikhianati oleh dua orang yang kamu sayang.Kamu tidak tahu kan betapa sakitnya aku karena luka ini?”

“Itu pilihanmu.Kamu sendiri yang lebih memilih untuk tetap bersama luka kamu.”

Aku sudah berusaha keras untuk keluar dari masa lalu ini, tapi bayangannya selalu mengejar ku,menakut-nakuti aku.

“Kamu perempuan Al,setiap perempuan butuh pendamping untuk menemani hidupnya.Sampai kapan kamu terus menyendiri?”

Aku juga tahu akan hal itu.Aku juga ingin bahagia seperti orang-orang.Tapi rasanya Tuhan tidak merancang kebahagiaan untuk ku.Disaat orang lain berbahagia karena cinta nya,aku justru terkapar penuh luka karena cinta ku.Aku takut.Aku trauma…

“Kamu akan tahu,betapa besar cinta aku,kalau kamu kasih aku kesempatan untuk membuktikannya.”

Lagi-lagi aku terdiam.Ada sesak memenuhi ruang hatiku.

“Baiklah Al,aku tidak akan memaksa kamu.Tapi tolong terima gelang ini.Jika kamu sudah siap untuk membuka hati kamu kembali,pakailah gelang ini.Aku akan senang jika kamu memakainya.Aku menunggu Al.”

*    *    *

Keindahan pantai dreamland yang mempesona terhampar didepan mata ku,pasir yang berwarna coklat cerah keputihan yang bersih,air laut yang biru,batu karang,dan celah karang memanjakan mata ku.Eksotis dan sempurna,adalah deskripsi yang tepat untuk surga para peselancar ini.Ku layangkan pandangan pada peselancar yang meliuk-liuk ditengah pantai menaklukan ombak yang tinggi dan besar.Sesekali debur ombak menyapa kaki telanjang ku.Angin pantai seirama memainkan rambut ikal ku dan dengan lembut mengibarkan kain udeng Bali yang ku pakai.Pikiran ku menerawang jauh,menjamah bayangan kota Jakarta beserta isinya yang ku tinggalkan,saat ini.Begitu banyak kenangan yang mencoba mendobrak masuk kedalam alam fikirku.Kemarin,sebelum aku tiba di Bali,kuberanikan diri untuk membuka pintu memory ku yang sudah lama terkunci,sesuatu memaksa aku untuk membukanya,kenangan itu membuat aku terlena hingga aku lupa waktu dan yang lebih gawatnya lagi,aku lupa mengunci ruangan penyimpan berkas-berkas masa lalu dihatiku yang telah lama kupendam.Dan sekarang karena kecerobohanku , kenangan itu berhamburan keluar,aku tak berdaya untuk menghentikan mereka menari-nari dipelupuk mata ku,mengajak ku untuk menyaksikan sekali lagi film kehidupan milik ku yang berakhir menyedihkan.Tanpa sadar,ingatan itu melemparkan aku dalam dimensi waktu di masa lalu.Tiga tahun yang lalu…

Bagi seorang remaja, masa SMA adalah masa yang paling indah.Sebuah moment yang tidak akan terulang lagi.Hanya terjadi sekali seumur hidup.Oleh sebab itu aku mengingkan semuanya berjalan sempurna.Tidak sulit bagiku untuk merealisasikan impian itu.Semua yang ku inginkan dapat dengan mudah ku peroleh.Aku bukan anak SMA biasa disekolah ku,aku memiliki pamor yang cukup tinggi untuk membuat semua orang kagum pada ku.Begitulah yang mereka katakan tentangku.Beberapa perlombaan yang kumenangkan mengharumkan nama sekolah,seperti lomba tari Bali,dan lomba musikalisasi puisi,prestasi itu cukup membuat guru-guru memberi perhatian istimewa terhadapku.Dikelas 11 aku berhasil terpilih menjadi ketua OSIS,hal itu tentu saja menggemparkan seantero sekolah ku,mengingat sepanjang sejarah kepengurusan OSIS,baru aku lah satu-satu nya perempuan yang terpilih menjadi ketua OSIS.Eksistensi ku tidak berhenti disitu saja,aku juga punya band indi disekolah—band kami cukup famous—hampir disetiap pensi kami tampil.Band kami terdiri dari enam orang,aku sebagai vokalis,2 orang pria bassist,1 orang pria gitaris,1 orang perempuan memainkan organ—dia Vika sahabat baik ku,dan 1 orang pria menjadi drummer—dia Dewa,kekasih yang kucintai.Sangat.Tuhan tahu itu.Bagi ku Dewa adalah Dewa cinta ku.Dewa memperindah dunia ku.Jika para seniman pemahat patung,memahat keindahan Dewa,maka patung pahatan itu akan menjadi sebuah karya seni yang begitu sempurna. Aku beruntung memilikinya.Begitulah yang dikatakan orang-orang.Banyak gadis yang iri setengah mati saat Dewa menembak ku,melalui siaran radio sekolah,bisa dibayangkan betapa seluruh kelas jadi gaduh karena ulahnya,ide nya memang gila ! Ia mengungkapkan perasaannya ditengah jam pelajaran sedang berlangsung.Aku ingat kata-kata manis nya pada saat itu,

“Alice,aku enggak tau lagi,harus berbuat apa untuk menarik perhatian kamu,aku udah bener-bener kehabisan akal.Tapi aku masih punya harapan,kalo kamu bakal terima cinta aku.”

Kelas ku jadi ribut bersiul-siul dan bersorak-sorak menggodai aku,terdengar pula kelas lain menjadi gaduh.Lalu tiba-tiba kelas jadi hening,ketika terdengar suara petikan gitar melantunkan lagu You’re Beautifull-James Blunt,suara Dewa memang tidak cukup bagus,tapi pada saat itu,terdengar sangat indah.

“Alice,my lady you are the only girl in my heart…I love you so.You want to be my girl?”

Setelah itu tanpa ia perdulikan dikelas ku ada guru ter killer,ia menyeruak masuk dengan membawa setangkai anggrek putih,bunga yang paling ku suka.Aku tidak ingin berkata apa-apa lagi selain “Yes I do.” Setelah penembakan selesai,Dewa mendapat hukuman dari Pak Edgar—guru matematika terkiller.Dewa disuruh lari mengelilingi lapangan,sepuluh kali putaran,padahal pada saat itu matahari siang sedang terik-teriknya.Tapi Dewa terlihat tak ada masalah.Ia menajalani hukuman itu dengan wajah berseri-seri.Penembakan Dewa membuat heboh seisi sekolah ku.

Selanjutnya hari-hari bahagia selalu menyambut ku.Masa remaja ku sangat menyenangkan.Dewa telah melengkapi kehidupan ku.Aku tak perduli lagi mengenai keadaan keluarga ku yang tak pernah harmonis. Cukuplah sudah dengan kehadiran Dewa dan Vika yang selalu menghiburku saat aku  sedih setiap kali Ma dan Pa bertengkar hebat—sungguh situasi yang membuat ku depresi.Tapi selama Dewa ada disampingku,duniaku baik-baik saja. Aku tidak ingin apa-apa lagi dari dunia ini.Tuhan sudah sangat baik pada ku.Sungguh sempurna,aku memiliki semua yang diimpikan oleh seorang gadis remaja,popularitas,sahabat baik,dan pacar yang tampan,baik hati,penyayang,tajir,anak band,ditambah lagi dengan prestasi Dewa sebagai kapten basket yang membuat semua teman-teman perempuan ku menggilainya. Dewa adalah pangeran impian semua gadis.Itu benar,semua gadis sangat menginginkannya.Termaksud Vika—sahabat yang menusuk ku dari belakang.

Entah bagaimana aku mendeskripsi kan perasaan ku pada saat aku tahu Vika hamil oleh Dewa.Rasanya aku merasa dunia ku sudah berakhir.Hancur…aku sangat hancur.

Sejak saat itu aku menutup diri.Orang-orang terdekatku banyak yang bilang aku berubah menjadi pendiam dan pemurung.Ya karena tak ada lagi hal ceria didalam hidupku.Dua orang yang sangat aku sayang dan aku percaya mengkhianati aku.Perbuatan mereka membuat aku merasa tidak layak untuk bahagia.Terlebih ketika aku mendengar mulut-mulut usil berbisik-bisik dibelakangku,hal itu semakin membuat ku terjatuh.

“Ternyata gak ada yang sempurna didunia ini…liat aja tuh si ratu perfect,bisa   hancur juga kan hidupnya?”

“Gila ya gak kebayang banget,sahabatnya tega khianatin dia sama pacarnya.”

“Eh…si Vika bisa hamil sama Dewa,mungkin karena kesalahan Alice juga tuh.Doi sih sok perawan banget.Hari gini main prinsip-prinsipan sih pacar bisa kabur.Nah kebukti kan,kalo Dewa lebih milih Vika yang bisa kasih servis baik,dibanding Alice yang gak bisa kasih apa-apa.”

“Iyaya,bener juga loe ! Ternyata Alice gak seperfect yang dikira ya?Kalo memang dia perfect kan Dewa gak bakal ninggalin dia,begitu juga si Vika…”

Lalu kudengar suara-suara lain berkata,

“Jahat ya Vika,Dewa juga.Bejat banget sih dua orang kayak gitu,go to hell deh !”

“Biar tau rasa tuh dua pengkhianat,dikeluarin dari sekolah !”

“Kasian ya Alice,dikhianatin sama sahabat dan pacarnya…kalo gue jadi dia,mungkin gue udah bunuh diri kali ya,hebat juga ya Alice tegar sama masalah kayak gini.”

“Iya,tapi seberapa keras Alice buat survive tetep aja kali dia ngrasa down.Keliatan banget lagi,dari perubahan sikapnya yang cheer-up jadi pendiem gitu.”

“Tapi kalo gue jadi Alice,gue bersyukur banget loh kalo yang hamil itu bukan gue.Meski hati ancur banget,yang penting kan masa depan gue gak ancur.”

Begitu banyak suara-suara ku dengar membicarakan aku,dinding sekolah seakan tak bersekat hingga aku begitu jelas mendengarnya.

Setelah lulus SMA dan masuk perguruan tinggi,kenangan itu masih saja berusaha mencederai aku.Hari-hari ku selalu saja sama.Tidak ada gairah,yang ada hanya rasa sakit akibat belati yang tak bisa lepas dijantungku.Mungkin luka ini akan tetap abadi.

Sudah cukup lama aku hidup dalam dunia ku sendiri,dunia kehampaan.Aku membuat pembatas antara aku dan dunia luar,agar tidak ada lagi orang-orang seperti mereka masuk kedalam hidup ku dengan membawa luka.Pribadi hangat ku telah mati,aku yang sekarang adalah manusia yang pesakitan dan sinisme.Aku terpuruk dalam lautan luka.

Tiba-tiba sebuah sapaan berdialek Bali membuyarkan lamunan ku yang liar berlompatan dari bagasi otak ku,

“Gek Alice ya?”

“Mbok gek Ayana?!!” *(Mbok gek adalah panggilan yang lebih dewasa.Average agenya sekitar 1-10 th diatas kita.)

Aku membulatkan mata ku,seakan tak percaya melihat sesosok wanita paruh baya itu—yang masih saja terlihat cantik.Mbok gek Ayana adalah guru tari Bali ku dulu.Sejak kelas dua SD aku sudah belajar menari Bali disanggarnya.Tapi kemudian kelas tiga SMA aku memutuskan untuk berhenti menari.Alasannya bukan karena mendekati UAS,namun sejak dunia ku hancur,aku sudah tidak berminat melakukan apa-apa lagi.Bodoh,putus asa…sungguh tidak nyaman aura negatif itu mengikatku.

“Punapi gatrane Gek?(Apa kabarnya?)Tak sangka nggih bisa bertemu lagi.”*Gek adalah sebutan untuk wanita Bali secara harfiah artinya nona.)

“Tyang becik-becik kemanten.*(Kabar saya baik-baik saja)”Jawabku sambil menautkan kedua telapak tangan didadaku.Aku lumayan mengerti bahasa Bali,karena aku juga mempelajari tariannya.

“Mbok gek sendiri Kenken kabare ?”Tanyaku kembali.

“Becik-becik .Aih,gek sudah besar rupanya.Paras gek semakin cantik.”

“Ah.mbok gek bisa saja.Mbok juga tetap terlihat cantik.Sama seperti dulu.Malah sekarang makin cantik.”

Mbok gek tertawa renyah,memperlihatkan,sebaris giginya yang putih.

“Di Bali Makarye napi,gek,berlibur nggih?*(Lagi ngapain diBali,berlibur ya?)”

“Nggih mbok,melepaskan penat dari Jakarta.”

“Gek selama libur ring dija meneng*(selama libur tinggal dimana?)”

“Tyang menginap di resort dekat sini.”Kata ku sambil menunjuk ke atas tebing yang berderet beberapa tempat penginapan.

“Mampir-mampirlah ke Ubud,ke tempat gek.”Tawar mbok gek.

“Mbok sekarang menetap di Bali?”

“Nggih,sanggar di Jakarta di urus oleh adik mbok.Rasanya lebih menyenangkan mengajar tari ditanah sendiri.Oh ya,selain itu juga mbok buka took buku didekat sini dan mbok sudah baca novel gek,Tarian di tepi senja—

Bagus sekali.Mbok sangat tersentuh membacanya.Sukses nggih buat gek”

“Matur Suksma”

Kami menyusuri pantai Dreamland sambil bercakap-cakap,

“Sudah lama sekali mbok tidak melihat gek menari.Kembalilah menari gek.”

Aku mengulum senyum ku.Aku memang sudah lama sekali meninggalkan aktifitas yang dulu biasa aku lakukan.Dunia ku seperti berhenti berputar.Luka-luka ini menyita seluruh perhatianku.

“Kalau gek bersedia,mbok ingin menawarkan gek menjadi pelatih tari disanggar mbok,sambil mengisi liburan.”

“Ah,mbok gek,rasanya tyang bukan orang yang tepat.”

“Janganlah gek merendah,apa gek sudah lupa,di Jakarta dulu gek adalah murid kesayangan mbok,karena gek sangat pandai menari.Apa gek juga sudah lupa,setiap orang terpukau menyaksikan tarian gek.”

Tentu saja aku masih mengingatnya mbok gek,beberapa acara berhasil ku pentasi dengan tarian Bali,aku juga pernah memenangkan perlombaan tari Bali.Semua masih jelas terekam di otak ku,raut ekspresi setiap penonton yang tersenyum dengan binar mata mengagumi,gemuruh tepuk tangan yang saling beradu saat tarian ku selesai,aku masih mengingatnya dengan baik.Ada kepuasan batin tersendiri saat aku membawakan tarian Bali,terlebih jika itu dapat menghibur orang-orang.Sebenarnya aku merindukan saat-saat seperti itu.Aku juga ingin kembali menari lagi,kembali menjadi Alice yang dulu,kembali hidup seperti dulu,sebelum luka-luka ini ada…

“Gek masih ingat,tarian terakhir yang gek bawakan dengan teman-teman yang lain?”

“Tarian kupu-kupu…”Kata ku mengambang.

“Ya.Tarian itu sangat berkesan.Semenjak pementasan itu,banyak yang mendaftar di sanggar.”

Tari Kupu-Kupu melukiskan ketentraman dan kedamaian hidup sekelompok kupu-kupu yang dengan riangnya berpindah dari satu dahan ke dahan yang lain.

Tarian ini merupakan Tarian Putri yang dibawakan oleh 5 orang penari atau lebih.Tarian ini merupakan ciptaan dari I Wayan Beratha pada tahun 1960an.

“Kembalilah menari gek.”Pinta mbok gek sekali lagi.

Aku tersenyum gamang.”Menari butuh ketenangan hati bukan,mbok?Lalu bagaimana tyang bisa menari dengan indah,jika hati tyang selalu galau.Tyang juga ingin kembali seperti dulu,tapi ada sesuatu yang menahan tyang…membuat tyang tidak berdaya.”

“Apa yang terjadi gek?Ceritakanlah.Mungkin dengan begitu hati gek bisa tenang.”

Mbok gek terlihat siap mendengarkan cerita ku.Sedari dulu kita memang memiliki kedekatan sikologis.Bagi ku Mbok gek tidak sekedar pengajar tari saja,tapi ia sudah seperti ibu ku sendiri.Seperti gerimis,kata-kata ku menderas,menceritakan kepahitan di masa lalu ku.Setitik air mata menetes,lalu angin membasuhnya dari wajah ku.

“Sesakit apapun luka yang gek rasakan,cobalah untuk memaafkan apa yang sudah terjadi.Memaafkan itu berarti melepaskan rasa sakit.Saat gek telah memutuskan untuk memaafkan,sejalan dengan itu berdoalah pada Tuhan untuk menyembuhkan luka hati gek.Percayalah Dia pasti melakukannya.Dan jika kita berani membiarkan cinta yang baru menyentuh hati kita,hati yang terluka akan memperoleh penyembuhan.”

“Apakah maksud Tuhan membiarkan tyang terluka mbok?Apakah tyang tidak cukup pantas untuk bahagia?Tyang merasa,hidup tyang tidak lagi sempurna sejak mereka mengkhianati tyang.”

“Sampunang ngeraos kenten!*( Jangan bicara begitu! )Ketahuilah gek,Tuhan membiarkan kita mengenal luka,untuk menjadikan kita pribadi yang tangguh dan sempurna.Kalau kita dapat menerima luka dengan hati yang bijak,kita akan sadar bahwa keterlukaan mengajarkan kita banyak hal tentang hidup.Semua orang didunia ini juga pernah terluka.Tapi itu hanyalah sebuah pilihan,kita bisa memilih untuk bangkit atau tetap tinggal dengan luka-luka itu.Trauma harus kita lawan gek,ketakutan itu hanyalah ilusi saja.”

“Gek cantik,gek cerdas,tidak ada yang kurang dalam diri gek.Semua masih sempurna.Janganlah gek merasa hidup gek sudah hancur karena pernah mengalami hal yang menyakitkan dalam hidup ini.Lihatlah,gek berhasil menerbitkan tulisan gek,akan jauh lebih baik bukan jika gek berdamai dengan masa lalu gek.Hidup ini mudah saja untuk bahagia,kalau gek mau melakukannya.”

“Tyang ragu bisa melakukannya mbok…”Ah,kalimat putus asa yang sebenarnya sangat ku benci.

Mbok gek menepuk pundakku seakan sedang mentransfer sebuah energi baru.

“Hilangkan keraguan itu.Semua hal yang mendera kita akan berlalu begitu saja.Dan kita harus melanjutkan hidup kita dimasa depan.Mbok yakin gek bisa memulai hidup dengan suasana hati yang baru.”

Ya,sudah seharusnya aku pergi meninggalkan masa lalu ku.Mungkin ini adalah saat yang tepat untuk melepaskan sebak di dada.Mbok gek benar,berdamai dengan masa lalu adalah suatu awal yang baik untuk kehidupan ku dimasa mendatang.Aku harus lawan rasa takut ku—juga keraguanku untuk bangkit—aku harus melakukan hal yang sama pada saat aku menyingkirkan keraguanku untuk menjadi penulis.Perlahan-lahan aku mulai merelakan luka menahun itu beranjak pergi.

“Matur suksma ping banget nggih.*(Terima kasih banyak ya.)Tyang akan coba melakukannya.”Ucap ku.

“Suksma mawali*(Terima kasih kembali.) Hari sudah sangat sore. Mbok gek,jagi mapamit mangkin.(saya mw pulang sekarang).Berkunjunglah ketempat gek untuk menari lagi.Kalau gek mau mencoba menari lagi berarti gek sudah merelakan luka gek untuk pergi”Ujar Mbok Gek seraya mengeluarkan kartu nama dari dalam tasnya.

“Baiklah,besok tyang sempatkan diri.Pasti tyang datang.”

“Gek,Janganlah kita menjadi tuli ketika seseorang meneriakkan cinta di hati kita.”Ujar mbok gek lantas berlalu dari hadapan ku.

Matahari tenggelam sepeninggal mbok gek.Nasihat Mbok gek benar-benar menggedor kebekuan dinding hati ku.Entah rasa apa ini tiba-tiba saja sebersit rindu menyulam senyum Fathan dihati ku.Aku tersenyum getir melihat berpasang-pasang mata menikmati sunset bersama kekasihnya—begitu silau pemandangan itu di mata ku.

*    *     *

Keesok kan hari nya aku berkunjung ke rumah Mbok gek,didaerah Ubud Bali.Suasana tampak ramai mempersiapkan hari raya galungan.Hari raya galungan adalah hari raya suci Hindu yang jatuh pada Buda Kliwon Dungulan berdasarkan hitungan waktu bertemu sapta wara dan panca wara—yang saat ini jatuh pada tanggal 13-14 october. Umat Hindu dengan penuh rasa bhakti melaksanakan rangkaian hari raya suci Galungan dan Kuningan dengan ritual keagamaan.Hari Raya Galungan selalu berulang setiap enam bulan sekali.Rangkaian Hari Raya Galungan dilakukan sejak sepekan sebelumnya. Mulai dari Hari Sugian Jawa, Sugian Bali dan Kajeng Kliwon Enyitan, Purnama Sasih Karo Penyekeban, Penyajaan Galungan, serta Penampahan Galungan, yang umumnya ditandai dengan pemotongan babi,karena menurut kepercayaan orang hindu—babi merupakan symbol kemalasan dan keburukan (Adharma) dengan demikian sifat-sifat itu dilebur dan dipersembahkan pada hari raya galungan agar nantinya tidak ada lagi sifat manusia yang terdapat dalam tabiat babi tersebut. Rumah-rumah di Bali,memang memiliki suasana yang khas.Didepan pintu gerbang,di merajan,di sudut-sudut rumah—disejumlah ruangan tertentu terdapat canang—canang itu berisi aneka bunga,irisan buah,tebu,dan kue atau makanan kecil sebagai bentuk persembahan.Aku melihat seorang gadis berkebaya bali sedang meletakan canang di merajan di pekarangan rumah,segera saja aku menghampiri gadis canti itu,ditelinganya tersemat bunga kemboja putih.

“Nunas lugra…tyang jagi metaken.*(Permisi…saya mau bertanya)”

“Gek mencari siapa nggih?”

“Mbok gek Ayana ada?”

“Mbok gek ke pasar sedang numbas bunga untuk keperluan sembahyang.Sira pesengan ragane?*(Nama nona siapa?)”

“Alice.”

“Tyang Sarisha.Tunggulah sebentar.Mbok gek pesankan tyang untuk menemani tamu istimewanya.”Ujarnya sambil tersenyum ramah.

Tidak lama kemudian Mbok gek Ayana datang.Lalu setelah menjamu ku,Mbok gek Ayana dan gek Sarisha membawa ku ke sanggar—tempat berlatih beberapa anak-anak yang mendalami tarian budaya Bali.Selama liburan ku habiskan untuk mengajar anak-anak kecil itu menari.Menyenangkan.Pikiranku seperti tercerahkan.

“Gek,mengapa berlibur ke bali sendiri saja?ragane sampun maduwe gagelan?*( Kamu sudah punya pacar? )”

Tanya gek Sarisha tiba-tiba ketika kami selesai melatih menari anak-anak—kami duduk-duduk sambil menikmati teh manis hangat dihalaman rumah mbok gek.Aku menjawab pertanyaannya dengan menggeleng dan tersenyum.Ketika aku berganti bertanya hal yang sama,air muka nya berubah.

“Kenapa gek?Rupa gek terlihat sedih.Ampure(Maafkan saya) jika perkataan tyang lancang.”

“Dulu tyang punya kekasih…”

Kemudian Sarisha mulai menceritakan kenangan pahitnya dimasa lalu.Betapa ia dibutakan oleh cinta.Seringkali Sarisha diperlakukan kasar oleh kekasihnya yang saiko.Kekasihnya itu ringan tangan sekali.Setiap kali ia kesal,cemburu,marah,tubuh Sarisha menjadi pelampiasannya.Buat Sarisha memar-memar karena pukulan kekasihnya hal yang biasa.Bahkan Sarisha masih saja memaafkan kekasihnya dan masih menerima kekasihnya itu.Bahkan Sarisha rela meninggalkan keluarganya demi kekasihnya yang bejat itu.Ya lelaki mana yang tidak bejat,memaksa perempuan yang dihamilinya untuk menggugurkan darah dagingnya sendiri.Sejak saat itu,kekasihnya pergi mencampakkan Sarisha.Keluarga Sarisha pun sudah tidak mau menerima kehadirannya.Untunglah ada Mbok Gek Ayana yang baik hati,yang bersedia menampungnya.Mendengar cerita gek Sarisha yang menyakitkan,aku tersadar akan satu hal—ternyata luka yang dialami Sarisha tidak sebanding dengan luka yang aku alami.Aku hanya dikhianati kekasih dan sahabat ku.Sementara yang terjadi pada Sarisha lebih dari itu.Ia bahkan telah dizdalimi oleh kekasihnya.

“Tyang merasa berdosa tidak mempertahankan bayi yang tidak bersalah itu.”

Wajah Sarisha yang cantik dilumuri air mata.Make up nya yang sudah sempurna luntur oleh air mata yang tumpah ruah.Aku bisa merasaka kepedihan yang ia rasakan.Ternyata pengalam Sarisha lebih pahit dari ku.Apa yang aku alami rasanya masih jauh lebih baik darinya.Tiba-tiba aku jadi merasa malu pada Tuhan,karena selama ini aku selalu saja merasa diberatkan dengan pengalaman dimasa lalu ku.

“Tyang rindu keluarga tyang.Besok rerahingan galungan.Semua orang saling bersilaturahmi.Tyang ingin sekali bertemu keluarga tyang.Akan tetapi tyang sudah membuat aib dalam keluarga,tyang sungguh hina.Kadang kala terbesit keinginan tyang untuk mengakhiri hidup ini.”

“Sampunang ngeraos kenten!*( Jangan bicara begitu!) Tidak ada orang yang proses hidupnya sempurna,semua juga pernah mengalami keterpurukan,kesalahan,sedih,kecewa,gagal,terjatuh,sakit,dan sebagainya.Tapi jangan jadikan itu sebagai kemunduran dalam hidup.Jadikan semua itu sebagai pembelajaran hidup.Kita harus melihat dan melangkah ke depan di mana masih ada sesuatu yang harus dicapai didepan kita.Gek pasti bisa melangkah dengan lebih baik lagi.”

Aku tercenung beberapa saat.Rasanya aku tidak percaya oleh pendengaranku sendiri.Aku yang selama ini terpasung oleh luka,dapat berkata seolah-olah aku sudah bebas dari luka lama.Ah apakah memang benar,sekarang aku sudah bisa melepaskan luka itu?

“Gek,terkadang kita memang harus terluka untuk mendapatkan kebahagiaan yang sebenarnya—yang  akan jauh lebih indah.Janganlah gek sia-sia kan kesempatan hidup ini.Hidup terlalu singkat untuk dilewatkan dengan menggenggam rasa sakit dan

tertahan ditempat yang sama.Kalau gek mau,tyang akan menemani gek menemui keluarga gek.Mungkin mereka sudah memaafkan gek.”

Tiba-tiba Mbok Gek masuk dengan senyum yang mengembang.Ia menatap ku seraya mengacungkan jempolnya.

“Hebat sekali kata-kata gek Alice,rupanya gek sudah benar-benar bangun.”

Aku hanya tersenyum mendengar komentarnya.Ya sudah kuputuskan untuk mengemasi semua luka-luka ku dan beranjak pergi ke sebuah tempat yang indah—dimana masih ada sebuah harapan dan impian yang harus kuwujudkan untuk masa depan ku.

“Besok hari raya galungan dan kuningan sudah tiba,yang bermakna dharma dan adharma ada di dalam diri kita masing-masing.Semua kemenangan itu bisa berjalan dan dirasakan dengan dasar keikhlasan dan ketulusan dalam menyikapinya.Tersenyumlah kalian dewi-dewi ku yang cantik.”Ujar mbok gek seraya merangkul kami berdua dengan sayang.Kemudian mbok gek mengeluarkan handphone dari kemben nya.

.

“Ini tadi gek meninggalkan ponsel di sanggar.”Katanya seraya menyerahkan handphone itu.

Ku lihat dilayar LCD ada enam belas kali panggilan tak terjawab dari Fathan.Aku berniat menghubunginya kembali,belum sempat ku hubungi ada pesan masuk dari Fathan.

Kapan kamu pulang ke Jakarta Al?

Jari-jariku dengan sangat cepat membalas pesan Fathan.

Sehabis hari raya galungan dan kuningan selesai.

Fathan membalas lagi,

Aku hanya mau pamit sama kamu.Hari ini aku berangkat ke luar kota.

Mungkin cukup lama aku akan pulang….

Segera ku balas pesannya lagi,

Pergi kemana?Pergi untuk meliput ya?

Aku menunggu balasan kak Fathan.Semenit,dua menit,tiga menit,namun tidak ada balasan dari kak Fathan.Tiba-tiba aku merasa takut tidak akan bertemu lagi dengannya.

Saat ini aku menyadari sesuatu,kalau sebenarnya aku mencintai pemuda baik itu.Namun selama ini aku mencoba berkelit,menghindari perasaanku—karena terlalu takut untuk jatuh dilubang yang sama.

“Jangan sampai kita menyesal,karena terlambat mengatakan isi hati kita yang sesungguhnya.”

“Ah,mbok gek seperti peramal saja.,tahu tentang perasaan ku.”

“Mbok kan pernah muda juga seperti kamu.jadi Mbok bisa merasakannya.”

“katakanlah secepatnya,atau gek akan kehilangan kesempatan.”Kata Sarisha ikut menimpali.

Kata-kata Mbok gek Ayana dan gek Sarisha seperti sihir yang memperintahkan otak ku untuk mengungkapkan cinta malam ini.Dengan segera aku menghubungi nomor kak Fathan.Aku tidak sabar untuk mendengar suaranya.Tapi sayang,nomor kak Fathan tidak bisa dihubungi.Aku resah sepanjang hari.Berkali-kali aku mencoba menelponnya,tapi nomornya belum aktif juga.Aku pasrah jika aku telah kehilangan kesempatan untuk mengungkapkan perasaanku.

*   *    *

Akhirnya hari yang dinanti-nanti semua umat hindu diseluruh dunia tiba.Setiap perayaan hari raya Galungan dan Kuningan, umat Hindu di Bali akan memasang penjor di depan rumahnya masing-masing. Penjor adalah sebuah tiang bambu tinggi yg dihiasai dengan janur, hasil-hasil bumi dan kain warna kuning-putih. Penjor adalah simbol dari gunung. Umat Hindu di Bali meyakini bahwa tempat yg tinggi seperti gunung adalah rumahnya Tuhan/Hyang Widhi.Mbok gek bersama gek Sarisha pergi ke pura untuk bersembahyang.Karena aku bukan umat hindu—aku tidak ikut bersembahyang dipura.Tapi aku ikut memeriahkan perayaan ini—aku mengabadikan moment ini dengan kamera digital SLR ku.Setelah membidik objek ogoh-ogoh sebuah arak-arakan yang disuguhkan dalam perayaaan galungan dan kuningan,aku menari Bali persembahan bersama gadis bali lainnya.

*    *    *

“Ada apa gek murung?”

“Sepertinya sudah terlambat mbok.Ini semua karena kebodohan tyang.”

“Gek,kalau pemuda itu sungguh mencintai gek,dia pasti tetap menunggu gek.”

“Ah,Dia pasti sudah lelah menunggu tyang.Kalau dia memang mencintai tyang,dia pasti sudah menyusul tyang kemari.Tapi sudahlah,hal itu hanya terjadi difilm-film.”

Aku hendak pergi,lalu suara mbok gek menahan langkahku sesaat di gerbang rumahnya,

“Jagi kije gek?*(Mau kemana?)

“Tyang jagi melali ke Kuta.*(Saya mau jalan ke Kuta)

*    *   *

Ku benamkan penyesalan ku dengan menelusuri pantai Kuta—sore ini Kuta terlihat sepi ,sepertinya hanya ada aku ditempat itu.Aku duduk diatas pasir pantai yang sangat putih dan bersih, agak menyilaukan dari kejauhan di tengah hari tanpa awan.Aku tak bisa berhenti memikirkan  fathan,dimana dia sekarang…?Aku ingin bertemu dengannya…ingin sekali….

“Nunas lugra gek… makarye napi?*(Permisi nona,sedang apa?)

Aku merasa seperti mendengar suara Fathan.Oh tidak,aku menggelengkan kepala ku berkali-kali,aku pasti sedang berhalusinasi,saking begitu merindunya.

Lalu ku dengar sebuah lagu I Love You—Celine Dion dinyanyikan dengan merdu.Suara itu milik Fathan.Aku menoleh kebelakang.Ya Tuhan,apa benar yang ku lihat?Aku sedang tidak bermimpi kan?Fathan berdiri tepat dihadapan ku…

“I love you, please say You love me too,”Kak Fathan masih menyanyikan lagu itu dengan senyum hangatnya,dengan binar mata nya yang indah.

“Fathan? kok ada disini,katanya…”

“Tadi malam kan aku sudah bilang mau ke luar kota—ya Bali ini.Menyusul kamu.”

“Huh,dasar,dikira mau pergi kemana.Pamitnya kayak mau pergi jauh aja.”

“Kenapa?Khawatir ya?”

Aku tersenyum.

“Kamu gak pernah bilang bisa nari Bali.”

“Emang tadi kamu liat?”

“Dari awal upacara mulai,aku  juga liat kok.kan sekalian meliput.”

“Dasar curang,bukannya kasih tahu dari tadi.”

“Namanya juga surprise.”

Fathan melirik gelang pemberiannya yang melingkar manis dipergelangan tangan ku

“Gelangnya cantik dipakai oleh mu…”

“I love you, please say You love me too,”

“Well,I know this song…”

Aku melanjutkan nyanyian I Love You bersama Fathan.

”these three words,hey could change our lives forever .And I promise you that we will always be together Till the end of time “

Matahari tenggelam diujung lautan.Dalam dekapan Fathan,sunset memberikan sulur-sulur cahaya kemilaunya.Aku bahagia.

Bagi seluruh umat hindu di dunia “Rahajeng Rerahinan Galungan lan Kuningan Dumogi Sami Ngamolihang Karahayuan.Matur Suksma”

(Selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan semoga dharma senantiasa menjadi pemenang dalam hidup ini.Om shanti…shanty…shanty…om)

Add comment Agustus 20, 2009 Kupu-Kupu Kecil

Diproteksi: LOVE is like the fire…

Tulisan ini dilindungi kata sandi. Untuk melihatnya mohon masukkan sandi Anda di bawah ini:


Masukkan kata sandi Anda untuk melihat komentar Agustus 15, 2009 Kupu-Kupu Kecil

Diproteksi: Lagi-Lagi Rasa Sakit Itu…

Tulisan ini dilindungi kata sandi. Untuk melihatnya mohon masukkan sandi Anda di bawah ini:


Masukkan kata sandi Anda untuk melihat komentar Agustus 12, 2009 Kupu-Kupu Kecil

Dimana Aku ?

Hujan masih bergelayut mesra pada senja.Langit sendu,bulan malu…

Tersingkirlah aku dalam dunia nyata.

Add comment Agustus 11, 2009 Kupu-Kupu Kecil

Previous Posts

Pages

Categories

Links

Meta

Calendar

Februari 2010
S S R K J S M
« Sep    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728

Most Recent Posts