Entah sampai kapan…
Juli 3, 2009
Kupu-Kupu Kecil
Kaitkata: Lukalukalagilagiluka
Bukan aku berlari dari dunia nyataku…
Tapi luka-luka ini menculik segenap hatiku dalam ruangan yang gelap dan pengap.Aku tak dapat melihat keindahan apapun,bahkan untuk bernafaspun teramat sesak.Luka ini benar-benar jahanam ! Tak dibiarkannya aku untuk merasa bahagia barang sedetik saja.Luka-luka ini merantai kaki ku,aku tak bisa meninggalkan ruang penyekapan ini.Luka-luka itu terlanjur mengunciku.Berjuta kali aku merutuk diriku sendiri dalam ketidakberdayaanku,ya bagaimana aku merasa tidak bodoh,sekuat tenaga sudah kugedor-gedor pintu berlapis baja itu,hingga kepalan-kepalan tanganku penuh luka-luka…tak jua pula aku berhasil keluar dari pusaran duniaku yang kelam.Oh DAMN !!!! Sampai kapan Tuhan ??? Sampai kapan luka-luka ini berhenti melukai hidupku.Aku ingin dunia yang baru,aku tidak ingin hidup dalam siksaan trauma yang terus membelenggu langkahku untuk bahagia.Tapi…luka-luka dihati ini terlalu tangguh untuk kukalahkan…
Entah sampai kapan luka ini bertahan.Sungguh ku tak tahan….
Entry Filed under: CURHAT
Add your own
Tinggalkan Balasan
Trackback this post | Subscribe to comments via RSS Feed
1.
Nanda |
Juli 3, 2009 pukul 12:17
katanya, luka di hati itu akan sembuh oleh waktu..
katanya begitu..
2.
Alina Kharisma |
Juli 5, 2009 pukul 12:04
Nyatanya waktu tak cukup bijak untukku…mereka tak mau berkompromi dng lukaku…
waktu…hanya membuat aku semakin tercekik…