Posts filed under: ‘Cerpen Alina‘
Sepenggal Episode di Masa Lalu
Di suatu siang ketika aku merapikan isi lemari, tidak sengaja ku temukan foto kita dalam tumpukan lemari baju.Sudah lama sekali aku tidak membuka kotak ungu kecil yang terselip diantara tumpukan cluth ku.Sudah cukup lama aku menyembunyikan semua kenangan kita dalam lemari baju.Mungkin karena aku sudah cukup tegar dengan perpisahan kita, maka ku beranikan diri untuk menyentuh kenangan itu.
Aku masih ingat kala sore itu,Ibu mu berbicara dengan sangat hati-hati pada ku. Aku tahu pada akhirnya Ibu mu akan membicarakan tentang hubungan kita—yang terjalin sudah cukup lama. Ada sebuah perbedaan yang cukup kontras—yang menjadi penghalang kita untuk tetap bersama. Ibu mu tidak mempersoalkan masalah perbedaan suku diantara kita—yeah, tidak seperti Ayah dan Ibu ku yang kolot mengenai perbedaan suku.Ibu mu juga tidak mempermasalahkan mengenai perbedaan usia diantara kita yang terbentang delapan tahun.Aku hanya seorang gadis yang masih memakai seragam putih abu-abu,sementara kamu—kamu baru saja menjadi sarjana,dan hebatnya lagi, kamu langsung mendapat pekerjaan di Firma terbaik—tanpa harus menunggu lama.Kamu memang cerdas (Sayang ku). Lalu apa yang menjadi masalah Ibu mu? PERBEDAAN KEYAKINAN kita. Yeah,itu juga menjadi masalah besar bagi keluarga ku. Aku tahu sejak awal ketika aku memilikimu , aku harus bisa melepas mu ketika waktunya telah tiba untuk berpisah. Ibu mu tidak terang-terangan menyuruh ku untuk meninggalkan mu—mungkin kondisi yang ku hadapi sekarang seperti kondisi yang pernah kamu hadapi ketika berbicara dengan kedua orang tua ku. Ibu mu bilang , jika aku ingin bersama kamu selamanya, aku harus bisa mengambil keputusan untuk memilih keyakinan yang dapat membuat kita bersatu—yayaya,itu juga yang di inginkan oleh keluarga ku dari mu.
Ibu mu menyampaikan maksudnya agak berputar-putar dan menggunakan kalimat sulit—mungkin takut aku tersinggung,tapi aku cukup cerdas untuk mengerti maksudnya.Ya,kalau aku tidak bisa meninggalkan keyakinan ku demi kamu,sebaiknya kita berpisah saja.Aku cukup tanggap bukan untuk mencerna kalimat Ibu mu?
Dan selain masalah perbedaan itu, Ibu mu menginginkan hubungan yang jauh lebih serius untuk masa depan mu,ya aku maklum—secara tehknis kamu memang lelaki dewasa yang sudah mapan,ya memang sudah sepantasnya untuk memikirkan pernikahan.Tapi bicara tentang pernikahan membuat aku merasa aneh.Ya,aku terlalu muda untuk memikirkan pernikahan.Aku masih ingin melanjutkan kuliah dan mewujudkan cita-cita ku.Tidak seperti yang ada dalam bayangan Ibu mu—setelah lulus SMA lalu kita menikah.Itu semua terlalu dini untuk ku. Aku sadar kalau kamu masih bersama ku, impian Ibu mu akan sulit untuk terwujud. Maka aku akan belajar melepaskan kamu…
Kamu tahu?Setelah pembicaraan dengan Ibu mu, membuat aku sangat memikirkan mengenai hubungan kita.Akan di bawa kemana hubungan kita selanjutnya???
Perbedaan diantara kita cukup luas membentang.Kita tidak mungkin bersatu di atas perbedaan ini.Aku tidak ingin jadi anak yang durhaka untuk orang tua ku,terlebih lagi aku tidak ingin menjadi seorang yang murtad di hadapan Tuhan ku. Dan,kamu?Aku sangat tahu , kamu seorang katholik sejati. Tidak ada jalan lain lagi untuk kita,selain mengakhiri hubungan kita—sebelum rasa ku semakin dalam mencintai kamu.
Mama Cindy di Bandung pernah bilang,kalau kita memikirkan seseorang,orang itu juga sedang memikirkan kita,dan kalau kita masih menyimpan rasa sayang pada seseorang,maka orang itu juga merasakan hal yang sama dengan kita—walau orang itu sudah jauh dari kita.Ya mungkin itu ada benarnya juga…
Rindu-rindu yang lama terpendam ini menguap di udara seperti mantra yang memanggil mu.Baru saja aku selesai membereskan lemari—handphone ku bergetar pertanda ada pesan masuk—Ya Tuhan,pesan masuk itu dari mu,sudah lama sekali kita tidak berkomunikasi.Baru saja aku memikirkanmu dan tiba-tiba ada pesan masuk dari mu—sungguh sulit dipercaya.Ya mungkin ini yang dinamakan “Law Of Atraction”
Dengan hati sedikit berdebar,aku membaca pesan mu,
Hei,gadis gulali sombong ya sekarang?
Gimana kabar kamu?
Met menjalankan ibadah puasa ya.
Dpt salam dr mommy.
Message From :
S****L
0852xxxxx
Received at :
** : ** : **
30/08/09
Gadis gulali.Aku bergumam dalam hati.Kamu masih memanggil ku dengan sebutan gadis gulali.Gadis gulali adalah panggilan kesayangan mu untukku—dulu sewaktu kita masih pacaran. Kamu memanggilku gadis gulali karena aku suka sekali makan permen kapas,dan manisan gulali—aku suka cara kamu memanggil ku, nada suara kamu terdengar sangat lain dari yang lain.Cukup lama aku berpikir untuk membalas sms mu atau tidak,Aku takut kembali sakaw dengan rasa-rasa ini—yang sudah berusaha ku pendam selama bertahun-tahun.Tapi kemudian akal positif ku mengalahkan ketakutan itu.Ya, tidak ada salahnya hanya sekedar membalas sms.Ini hanya masalah etika saja.
Fufu,,,kabar aq baik bgt,
Apalagi stlh dpt sms dr qm.fufu
Qm sendiri gmn kbr ny?
Lg sibuk apa skrg?
Slm blx ya bwt mommy,,,
Aq kangen bgt sm bubur manado buatannya.
Fufu….
Oh no,no.no.jari-jari ku dengan cekatan mendelete sms itu.Aku mengetik sms yang baru dan segera ku kirim.
Baik thx.
Slm blx bwt mommy.
Message to :
S****L
0852xxxxx
Sent at :
** : ** : ** am
30/08/09
Yeah,ku rasa sms ku yang ini jauh lebih baik di banding yang tadi.Singkat dan jelas.Tidak lama kemudian aku menerima balasan kamu,
Link 1/1
Kamu kemana aja sih ?
Ga pernah kliatan lg nih,
rumah 1 wilayah ko,
ga pernah ketemu…
he…he…he…
sibuk kuliah yah non ?
atau…pacaran mulu yah…
hayooo, selesein dulu kuliah mu non,
baru pacaran…he…he…he
Link ½
hei, aku add fb kamu kok ga prnah
pernah diconfirm sih ?
jahat ih…diignore trs
jng menghilang gitu donk ,
kamu sendiri kan yg bilg
kl kita ptus,kita bkal ttp jg silaturahmi
he…he…he…kangen aku sm
gadis manja yg satu ini…
Message From :
S****L
0852xxxxx
Received at :
** : ** : **
30/08/09
Kamu bilang,kamu kangen aku?Kalau aja kamu tahu Sam,aku lebih dari itu.Oke,aku akuin saat ini mungkin aku terlihat lebay, hanya karena baca smsnya bikin mata aku berkaca-kaca nahan nangis.Aku nggak pernah kemana-mana Sam, bahkan sering kali kalau aku berangkat kuliah, aku berpapasan sama celica hitam kamu di pintu gapura kompleks, tapi aku Cuma bisa mandang di balik helm, dan tertunduk di balik punggung dia—seseorang yang selalu berusaha untuk menggantikan posisi kamu di hati aku. Dan, kemarin pagi, aku juga lihat kamu lari pagi, sahabat aku bilang, ada baiknya aku menyapa kamu. Itu bisa aja aku lakuin, jarak kita lumayan dekat, aku lagi main basket di lapangan Lab School Kaizen, dan kamu sedang merenggangkan otot-otot mu di seberang sana—berdiri tepat di pintu gerbang yang terbuka,diantara lalu lalang orang-orang yang berlari pagi, sumpah mati, aku kepengen banget samperin kamu, tapi aku tahu, kalau aku berhadapan sama kamu, perasaan aku bisa kacau lagi. Kamu tahu? memandang kamu dari jauh aja bikin jantung aku nggak terkendali. Selama ini aku udah mati-matian buat bunuh perasaan aku ke kamu, tapi rasa ini belum mati juga. Maaf kalau aku selalu ignore request friend dari kamu, aku bener-bener kewalahan menghadapi perasaan aku yang membandel untuk terus sayangin kamu Sam. Aku pikir dengan cara aku menghilang dari kehidupan kamu, aku bisa melupakan semuanya. Cuma cara itu Sam, yang aku tahu. Jadi maaf kalau aku selalu menolak kamu untuk masuk ke dalam hidup aku lagi. Aku cuma nggak pengen kamu melihat keadaan ku yang melemah seperti ini. Aku belum siap dengan kehadiran kamu lagi di hidup ku. Kehilangan yang pernah aku rasain sangat menyakitkan Sam, terlebih kamu cowok yang paling aku sayang diantara mantan aku yang lainnya—yang lainnya cuma sekedar untuk melupakan kamu aja. Aku sayang kamu bukan karena kamu yang paling lama pacaran sama aku, bukan juga hadiah-hadiah mewah yang kamu kasih ke aku tapi Kamu yang paling mengerti aku Sam, kamu yang paling hargain prinsip aku, kamu nggak pernah nuntut apa-apa dari aku, yang kamu lakuin Cuma terus berbuat untuk aku, dan aku bahagia Tuhan kasih kesempatan aku untuk membalasnya dengan cinta.Kamu kebahagiaan aku dua tahun yang lalu.Oh…cukup Lin, mellow-melow nya ! Sam, nungguin kamu bales sms nya.
Fufu,,,rmh qt kn bda blok
Wjar aja dh kl ga ktmu
Selain kul.aq jg pny ksibukan
yg lain.Qm jg kn?pst sbuk kja
mslh Fb,aq udh ga pnh buka lg
fufufu…lupa pass nya…fufu
Message to :
S****L
0852xxxxx
Sent at :
** : ** : **
30/08/09
Kamu dari dlu pelupa bgt sih
He…he…he…
Kamu skrg pst tambah dewasa yah
pst makin cantik,he..he..he
hmmm,siapa nih pacarnya skrg?
Message From :
S****L
0852xxxxx
Received at :
** : ** : **
30/08/09
Ada deh.dkasih tau qm jg ga kenal ;-P
Fufu…qm sndiri gmn?
udah makin tua tuh cepet merid
fufu…QidinkZ ;-P
Message to :
S****L
0852xxxxx
Sent at :
** : ** : **
30/08/09
Awas,yah ! kl ketemu aku cubitin
Pipi kamu ! enak aja tua,aku kan cm
Beda 8 thn sm kamu…he8x
Puji Tuhan,bln November nti
aku akn menikah
Message From :
S****L
0852xxxxx
Received at :
** : ** : **
30/08/09
@%$&%(&_)+)(&^%#~!$%&^%*^(
Pikiranku kacau seketika.Sumpah…aku pengen banget lari dan nyari jurang—bukan buat terjun bebas, tapi buat teriak-teriakan Degup jantung aku serasa berhenti beberapa menit gara-gara baca kalimat”November nanti aku akan menikah”(hooo untung nggak berhenti beneran.Nggak rela juga sih kalau aku harus mati gara-gara patah hati.AHAHAHA)Spontan air mata ku jatuh menetesi layar LCD hp.Aku berusaha menguasai perasaan aku yang nggak bisa aku jelasin kayak gimana.Yang jelas ada rasa bernama LUKA bersarang di hati ku.Sakit banget rasanya….
Cieeeehhh,akhirnya laku jg
Selamet yaaaaaa
Fufufu…
Aku ikut seneng loh !
Jng lupa undangannya.ok !
Message to :
S****L
0852xxxxx
Sent at :
** : ** : **
30/08/09
Link 1/1
Gadis gulali…
Aku seneng banget kita
masih bs ttap berhubungan.
Aku tetep sayang kamu,
Wlw skrg dlm konteks yg berbeda.
Kl dlu kmu pacar aku,
Skrg blh kan aku anggap kamu
Adik aku?
Link ½
Al,ketemuan yuk,
Aku traktir bukber
Udh lama nih ga ngobrol2
Mau yah?yah?
Message From :
S****L
0852xxxxx
Received at :
** : ** : **
30/08/09
Dasar kamu enggak punya perasaan ! Habis ancurin hati aku,tanpa dosa kamu ngajakin ketemuan.Aduhhh enggak deh ya, aku enggak mau kamu lihat penderitaan aku saat ini.
Hari ini mata aku jadi sembab gara-gara kamu tauuuuu !!!! Aku enggak mau kelihatan jelek kalau ketemu kamu.Hufh,udah aku putusin, aku bakalan siap ketemu kamu lagi,kalau aku udah punya suami !
Fufu…qm mmg pntsny
Jd abang aq.fufuu
Dtraktir?mau bangeet !
Tp next time aja ya.
Cuz aq jg udh ada jnji bukber
Sm ank2.Maaf yaa.
Yaudah dh aq mw siap2 nih.
Message to :
S****L
0852xxxxx
Sent at :
** : ** : ** am
30/08/09
Tentu saja aku berbohong ! Hari ini yang bakal aku lakuin pasti nangis seharian. Aku mau puas-puasin nangis.Kalau dulu aku suka sok kuat enggak mau menumpahkan perasaan aku,sekarang aku nggak mau kayak gitu lagi,karena nahan perasaan itu enggak ENAK !!! Tuhan,biarkan hari ini aku menangis,tapi ku mohon,besok ketika aku terbangun dari tidur bantu aku untuk bangkit dari perasaaan rapuh ini.
Yaaa,,,sayang bgt !
yaudah dh gpp.lain wkt aja.
Berangkatnya hati2 yah.
Salam buat ma dan pa kamu.
Message From :
S****L
0852xxxxx
Received at :
** : ** : **
30/08/09
Sam,kalau aja kamu tahu, aku selalu pakai cincin pemberian kamu.Lagi-lagi aku ingat kenangan saat terakhir kita masih bersama—waktu kita memutuskan untuk berpisah.Aku masih ingat Sam,waktu kamu kasih cincin itu,di pojok kafe dekat jendela kamu bilang,
“Aku mau pelajarin agama kamu.” Kata kamu,aku masih ingat.Sangat jelas.
“Sam…aku gak mau kamu di benci keluarga kamu karena hal itu.”
“kita jalanin aja dulu pelan-pelan,kali aja ada keajaiban,orang tua aku ngijinin aku untuk melepas agama ku.”
“Sam,kita udh coba kan?udah setahun Sam.Semakin lama,aku semakin sayang bangeeet sama kamu.Sebelum akhirnya kita semakin jatuh cinta terlalu dalam,kita…kita udahin aja hubungan kita.Mungkin lebih baik kita putus.”
“Semudah itu kamu bilang putus?Kamu sendiri kan yang bilang kalau cinta itu mesti di perjuangin?terus kenapa kamu sekarang nyerah?Aku rela terluka kok untuk pertahanin hubungan kita.”
“Kita udah berjuang Sam,sampe detik ini kita nggak bisa nglawan pertentangan antara orang tua kita,mau dipertahanin berapa lama pun hasilnya akan tetap sama aja kayak gini.Aku capek,aku sedih ngliat kamu akhir-akhir ini selalu disinisin sama ayah aku.Lagipula kamu sepantasnya sama wanita dewasa yang mapan,yang sudah siap untuk menikah.Aku tahu banget mama kamu pengen kamu cepat menikah,kalau sama aku itu enggak akan mungkin terwujud.”
“Terus…kalau kita putus apa aku besok langsung nikah sama cewek lain?Enggak kan???
Aku pasti patah hati Al gara-gara kamu,aku pasti ancur gara-gara kita putus.Aku itu sayang sama kamu Al,cinta banget ! kamu tahu kan?gimana aku bisa pisah kalau aku selalu khawatirin kamu.Aku enggak bisa lepasin kamu.”
“Tapi setidaknya,kamu terlepas dari aku,dan punya kesempatan untuk mencari perempuan lain yang sepadan sama kamu.Jujur aja ya,aku juga bakal patah hati kalau kita putus.Tapi kita harus berani ambil keputusan,kita harus berani belajar saling melepaskan, ini demi kebaikan keluarga kita.Kamu enggak perlu khawatirin aku,aku bisa jaga diri aku sendiri,aku janji aku akan baik-baik aja.”
“Oke…yasudahlah kalau memang harus seperti itu.Toh, kalau memang kita berjodoh,Tuhan pasti ngasih jalanNYA untuk kita. Al,tadinya cincin ini mau aku kasih untuk buktiin niat serius aku sama kamu,tapi kamu minta putus,yaudahlah enggak apa-apa.Tapi kamu tetap mau terima cincin ini kan? anggap aja ini tanda kenangan kita hari ini…”
Sampai saat ini Sam,aku masih pakai cincin itu. Cincin itu aku kaitkan di gelang aku. Aku enggak sanggup memakainya dijari manis,orang-orang akan mengira aku sudah bertunangan—karena cincin kamu memang mirip seperti cincin pertunangan.Sam,kamu bagian terbaik dari hidup aku.
Aku masih menyimpannya…
sebongkah senyummu yang masih menghangatkan hatiku…
Aku masih menyimpannya…
cincin yang pernah mengikat niat suci kita,yang kini tak terwujud…
Aku masih menyimpannya…
semua gambar diri perjalanan cinta kita,
sebuah album yang tak kan pernah usang didalam kerajaan hatiku…
Aku masih menyimpannya…semua kenangan bahagia yang dulu terlukis indah…
cinta ini,kepedihan ini,bayang dirimu,
masih terjaga sempurna dalam ruangan hatiku…
Aku sesak berada ditengah kerinduan ini !!!
Malam ini…kenangan kita mendobrak pertahanan hati ku…
memaksa aku untuk menikmati kesemuan dan kelemahan ini,
karena merindu setengah mati…!!!
Tak mudah bagi ku untuk berpaling dari cinta yang lain…
Aku selalu berusaha,tapi belum berhasil…
Nama mu tidak pernah luput dalam doa ku, aku berdoa
agar kebahagiaan selalu berjalan berdampingan dengan langkah mu….
Aturan takdir memang sudah berhasil memisahkan kita,bahkan dunia seolah tertawa
ketika perjuangan kita untuk bersama adalah sebuah akhir yang sia-sia
Karena pada akhirnya kita tercipta bukan untuk bersatu,
Tapi tak apa sayangku,cinta kita tidak harus selalu bersama selamanya,
Memiliki mu di hari kemarin adalah kado terindah dari Tuhan…
Dan…diatas semua perjuangan kita untuk bersama,cinta adalah kita berdua,
Tak ada tempat untuk siapapun…
Izinkan aku merajut seperca senyummu yang tertinggal dikamar hatiku,
untuk kurajut sebagai selimut yang kan menghangatkan hatimu
ketika malam yang dingin menerpa hati yang kesepian…
Selamat malam penjaga hatiku…
Hati yang merindu ini ingin beranjak pergi menemui kekasihnya,melewati pagar-pagar tinggi,menyelinap masuk dialam mimpimu sekedar mencium keningmu untuk menenangkan hati yang resah karena terlalu merindumu…
angin sampaikan aroma keriduanku ini untuk memeluk tubuhnya…
…Dan…biarkan aku belajar bertarung dengan waktu untuk mengalahkan rasa lemah ini.
Kuharap setelah besok pagi aku terbangun,aku sudah benar-benar ikhlas merelakan mu,
Dan kembali membuaka hati lagi
congratulations on your wedding dear.I would not be destroyed because of this,even if today there is a fall from my eyes, it was because I was crying happy for youu.AHAHA.There are some things that i guess I’ll never know.When you love someone,you got to LEARN to let them go.I know,you just my former,but youu are my deepest love.and maybe you are my endless love.I know our relationship was long over.But i still love you in my heart
31 agustus 2009
fiksi or fact ? please think yourself…. !
just heartflow
Add a comment Februari 11, 2010
Diproteksi: Aku Hanya Cinta Uang mu…
Masukkan kata sandi Anda untuk melihat komentar. Februari 11, 2010
Kamu Suka Aku. Aku… enggak ! Hehehe :D
d’JS Cafe—Cibubur
17 Oktober 2009
Dia meletakan pisau dan garpu di samping piring steak yang baru saja dihabiskan. Malam itu dia mengajak ku untuk makan di luar—tidak jauh dari daerah rumah ku. d’JS Cafe menjadi pilihan kami berdua untuk menghabiskan waktu dengan berbincang.
“Kenapa sih kamu mutusin buat ngkos?kalo masalah jauh dari kampus,aku kan bisa anter kamu.”
“Kamu kan kerja,apartement kamu juga jauh dari rumah aku,gak usah nyusahin dirilah.Lagian aku lagi bete ada dirumah. Toh, tiap hari sabtu aku kan pulang.”
“Kamu tinggal di apartemen aku aja, kalo kamu bete di rumah, daripada ngkos.” Tawar dia malam itu.
“Nggak, ah ! nanti aku di apa-apain kamu. Jangan cari kesempatan ya buat memanipulasi kepolosan ku !” ujar ku galak tak perduli dia tersinggung atau tidak.
Dia tertawa, “Kamu ini lucu banget sih ! selalu aja curigain orang yang berniat baik sama kamu. Jadi orang itu jangan negative thinking terus donk, nanti bisa mati muda loh,”
“Kamu doain aku mati muda ya? jahat banget sih !”
Lagi-lagi dia tertawa, “Ya enggak lah cinta, aku bisa mati kehilangan kamu.”
“Huh ! Peres banget !”
“Apaan tuh ?”
“Gombal !”
Lagi-lagi dia tertawa, dia memang suka sekali tertawa, tidak pernah marah sekalipun aku bersikap seenaknya terhadap dia. Dia selalu memaklumi aku yang meletup-letup seperti api—mungkin karena dia lebih dewasa delapan tahun di atas ku.
“Aku serius, kalo kamu mati itu sama aja buat aku mati.”
“Yayaya…”
“Yayaya…” katanya mengikuti kalimat ku.
“Uh, ngopi-ngopi omongan orang aja.” kata ku ketus.
“Udah donk bete-betenya, nanti cantiknya ilang loh.” protesnya sambil tersenyum.
“Gimana aku bisa fun kalo tiap aku di rumah dengerin orang ribut mulu di rumah, bisa gila aku lama-lama.”
“Ya makanya kamu tinggal di apartemen aku aja. Begini ya, sebelum kamu mikir yang negatif, dengerin penjelasan aku dulu. Tiga hari lagi kan aku berangkat ke Makasar, jadi apartemen aku kosong, nah selama aku dua bulan di Makasar, kamu kan bisa tinggal di apartemen aku. Kamu juga boleh kok ajak temen cewek kamu buat nemenin kamu tinggal di apartemen aku. Aku serius loh. “
Yayaya aku percaya kamu serius. Haa sejak kapan kamu main-main dengan ucapan mu ?!
“Hmmm, gimana ya…aku ini kan bukan siapa-siapa kamu kayaknya nggak pantes deh kalo aku tinggal di apartemen kamu.”
“Hush, kata siapa kamu bukan siapa-siapa aku. Walaupun kamu belum terima aku jadi pacar kamu tapi buat aku, kamu itu segalanya.”
“Yayaya.”
“Kamu tuh selalu aja begitu tiap kali aku ngomong serius, kayak meremehkan perasaan ku …”
“Aduh, udah deh nggak usah berlebihan gitu ! kamu mau aku bilang apa sih, nonono? gitu?”
Dia tertawa. Lepas. “Kamu ini selalu aja bisa bikin aku supaya nggak marah sama kamu.”
Aku tersenyum simpul, kemudian ku seruput strawberry sparkling tea italian red yang tinggal setengah.
“Hmmm, aku boleh tanya sesuatu, Al ?”
Aku mengangguk seraya memotong daging steak ku.
“Hmmm, sampai kapan kamu menutup hati seperti ini?”
“Huh, selalu saja pertanyaan yang sama, kenapa sih semua orang bertanya seperti itu sama aku? heran…”
“Karena mereka sayang sama kamu, terlebih aku. Aku ingin sekali jadi yang terakhir buat kamu, aku janji—seumur hidup aku, aku akan selalu bahagiain kamu, kamu satu-satunya perempuan yang membuat aku ingin setia sampai mati. Kamu bisa pegang janji aku.”
“Janji…lagi-lagi janji. Kamu tau ? aku muak sama janji, kenapa sih semua cowok senang berjanji. Jangan berjanji untuk sesuatu hal yang nggak bisa kamu tepati.”
“Kenapa sih kamu selalu aja sinis seperti itu ?”
“Karena aku udah sering banget denger janji-janji surga seperti itu, dan selebihnya BASI tau nggak ?!”
“Kamu boleh nggak percaya, tapi kamu harus liat gimana usaha aku untuk membuktikannya.”
“Yayaya, kita liat aja ya sekuat apa kamu bisa bertahan menghadapi gunung es seperti aku.”
Dia tertawa lagi, “Gunung es juga bisa meleleh loh. Dan aku yakin, aku pasti bisa menaklukan kamu.”
“Oh ya? dan setelah itu kamu merasa menang ? pada saat itu kamu pasti puas membuat ku kalah.”
“Al, dalam cinta nggak ada menang ataupun kalah. Yang ada cuma kedamaian hati. Kamu bisa merasakan hal itu kalo kamu berani belajar untuk mencintai seseorang lagi.”
“Masih banyak pelajaran lain yang jauh lebih penting kok, daripada belajar hal kayak gituan. Emangnya dengan pelajarin cinta aku bisa jadi sarjana? Nggak kan.”
Aku kembali ketus dan dia kembali tertawa, tapi kali ini tawanya hanya sejenak kemudian ia menatap ku dengan serius. Ah, sialan ! rasanya enggak enak banget diliatin kayak gitu !
“Apa sih liat-liat !” Kata ku galak.
Dia tersenyum, “Kamu kalo lagi galak makin cantik ya, tapi lebih cantik kalo senyum terus.”
“Aduh, udah deh aku tuh lagi makan, bisa hilang selera kalo di gombalin terus.”
“Okey…kita bahas yang lain, hm, kalo kamu lulus kuliah kamu mau ke mana ?”
“Ya, cari kerja lah. Buat apa-apa sekolah tinggi-tinggi kalo cuma nganggur aja.”Kata ku jutek.
“Iya, aku tau. Maksud ku mau kerja di mana?”
“Di media, pengen jadi ketua redaktur di cosmopolitan magazine, di trans tv, pengen jadi anchor, pengen jadi sutradara dan buat rumah produksi sendiri, terus setelah punya penghasilan yang cukup aku pengen kuliah lagi di LaSalle College International Jakarta. Dari dulu aku pengen banget kuliah di situ, aku pengen banget jadi fashion stylist. Hehe, banyak ya maunya aku…”
“Nggak pha-pha kok, masa depan itu semuanya berawal dari mimpi. Kamu nggak pernah bermimpi nikah sama aku ya?”
“AHAHAHAHA, jayus deh !”
“Aku serius loh, kalo aku sih selalu bermimpi menikah sama kamu.”
“Alahhhh mimpi nikah atau mimpi kawinnya.”
“Ah, kamu tau aja pikiran aku.”
“Ya, otak cowok kan semua sama, nggak jauh-jauh dari seks. Selalu melegalkan seks dengan pernikahan tanpa cinta. Tragis.”
“Aduh, kamu kelewat kritis deh mikirnya, aku bukan bagian dari cowok-cowok seperti itu. Kalo aku menikah ya karena aku mencintai perempuan itu. Kamu orangnya.”
“Huuu, gombalannya selangit. ‘Mulut lelaki katanya selalu begitu…’” di terakhir sindiran ku, aku menyanyikan sebait lagu Tua-Tua Keladi-T2.
“Hmmm…terserah deh kamu mau sinisin aku terus, tapi terserah aku juga ya kalo ngrayu-ngrayu kamu terus. Ya namanya juga cowok lagi usaha.”
“Usaha sana-sini ya.”
“Cuma kamu kok, Al.”
“Yayaya.”
“Aku pasti bahagia banget ya kalo suatu hari nanti bisa nikah sama kamu, cewek yang aku sayang.”
“Nikah mulu yang diomongin, kita kan baru kenal dua bulan.”
“Yang namanya cinta itu nggak kenal waktu,”
Dua bulan aku mengenalnya. Awal pertemuan aku dan dia di balik tumpukan rak Gramedia. Sudah menjadi kebiasaan ku tiga kali seminggu berkunjung ke Gramedia. Aku yang sedang serius memilih-milih buku psikologi popular di datangi seorang pemuda berkaca mata dengan tubuh tegap yang tinggi, dia terilhat necis dengan kemeja biru muda nya (Huuu…jangan ge-er kamu, Dri !)
“Maaf, mbak anak psikologi ya?” katanya sopan dan dengan sangat hati-hati.
Aku memandangnya dengan tatapan ‘Sok tauuu banget lo !’
“Bukan. Saya kuliah ambil jurusan broadcast.”
“Oooh, tapi kok suka sama buku-buku psikologis ?”
Haaa, pertanyaan bodoh !
“Emang yang boleh suka bacaan buku psikologis cuma anak psikolog aja. Bukannya semua buku umum ya buat dibaca.” Kata ku sambil tersenyum tipis
“Hehe..iya sih, mbak bener.”
Mbak, mbak, sejak kapan gue married sama abang lo ! cetus ku dalam hati.
“Wah, mbak pasti pinter banget ya kuliah di broadcast, udah gitu bacaan bukunya berat-berat. Psikologis.”
Aku senyum acuh tak acuh sambil melanjutkan pencarian buku, mata ku tertuju pada sebuah buku He’s Just Not That Into You , yap ! ini dia buku yang aku cari ! aku mengambilnya dari susunan rak diantara buku-buku yang lain—membaca sinopsis cover dibelakang buku itu.
“Hm, gini mbak, maaf sebelumnya, tapi…mbak bisa bantu saya nggak ?”
“Bantu apa ya?”
“Begini saya lagi nyari buku buat kado ulang tahun adik saya, nah kebetulan dia itu kuliah di jurusan psikologi. Jujur aja saya bingung nyari buku psikologis mana yang bagus, ya terus terang aja saya gak terlalu suka baca buku-buku yang berat. Mbak bisa bantuin saya pilih buku yang bagus ?”
“Oke.”
Aku memilihkan buku The Science and Miracle of Zona Ikhlas
“Itu lagi popular. Isinya keren. Gak cuma psikologis, tapi disitu juga ada sentuhan islaminya. Hm maaf, adik kamu islam atau…?”
“Allhamdullilah kami sekeluarga islam.”
“Ohh…ya setidaknya aku gak salah alamat pilihin buku itu.”
“Enggak kok. Aku yakin pilihan kamu tepat. Pasti ade aku suka.”
“Ya semoga…”
“Oh ya, kita belum kenalan. Saya A**ri. Mbak ?”
“A***a.” kata ku datar
“A***a…” gumamnya
Aku kembali melihat-lihat buku-buku yang lain seraya dibuntuti oleh dia. Aku tertarik untuk membeli satu buku lagi—Mencintai Kehidupan yang Kita Jalani. Sambil berjalan ke arah kasir dia meminta nomor handphone ku.
“Hm, boleh saya minta nomor kamu?”
“For what?”
“Ya…kali aja next time aku butuh bantuan kamu buat milih buku, aku bisa hubungin kamu kan.”
“Yayaya…”
Lalu kami saling bertukar nomor. Setelah itu dengan sangat baik hati dia membayarkan dua buku yang aku beli. Katanya sebagai rasa terima kasih dia karena aku sudah membantunya memilihkan buku—menurut ku dia agak berlebihan sih, tapi it’s oke lah,
Malamnya aku terima sms dari dia,
‘Hei,nona ! makasih banget ya tadi. kamu pinter banget deh pilih bukunya. Ade aku suka banget loh.’
Dari pertemuan di Gramedia dan sms malam itu, komunikasi kami berlanjut sampai sekarang.
“Al, kenapa sih kamu sekarang jutek sama aku?dulu waktu pertama ketemu gak sejutek ini deh.”
Karena kamu udah bilang cinta sama aku. Aku sengaja bersikap jutek untuk mengetahui seberapa besar kamu bisa bersabar terhadap ku. Aku pengen lihat keseriusan kamu seperti apa.
Ujar ku dalam hati.
“Apa ini cara kamu bilang, kalo kamu nolak aku?”
“Ya terserah kamu aja sih berasumsinya seperti apa. Tapi yang pasti, aku emang gak terlalu suka beramah-ramah ria sama cowok.”Kilah ku beralasan.
“Kamu emang unik. Di saat cewek lain banyak yang super ramah sama aku, cuma kamu aja yang jutekin aku.”Katanya sambil tersenyum.
“Maaf ya kalo kamu tersinggung sama sikap aku. Aku nggak bermaksud jutek sebenernya tapi gak tau kenapa kalo ada cowok yang nyatain cinta sama aku, aku jadi sensi.”
“Aku ngerti, ko. Lagipula aku gak tersinggung sama sekali.”
To Be Continue….
Add a comment Februari 11, 2010
…A Romance Maid in Bali. . .
Ketika cinta berubah menjadi ular berbisa yang menyebarkan racun kedalam system syaraf,apakah cinta pula yang bisa menjadi penawar racunnya…?
Seorang pemuda melingkarkan gelang berliontin kupu-kupu kecil di pergelangan tangan ku,kusangka itu adalah sebuah hadiah untuk ku,tapi ternyata itu adalah sebuah permintaan hati,
“Aku mencintai kamu Al,I want you to be my sweetheart.”
Pinta Fathan sore itu—setelah menghadiri launching novel perdana ku.Aku sudah cukup lama mengenal Fathan,ia seorang reporter di sebuah majalah remaja.Selama ini Fathan memang sangat baik pada ku,sudah banyak hal yang Fathan lakukan untuk ku,Fathan pulalah yang selalu menyemangatiku untuk mewujudkan impianku menjadi seorang penulis.Kedekatan diantara kami memang cukup baik,tapi aku tidak mengharapkan seorang pun untuk jatuh cinta dan menjadi kekasih ku.Cukuplah sudah bagi ku itu semua.Aku tidak sanggup untuk terluka lagi.
“Tidak.Aku tidak bisa.”Kata ku seraya mengalihkan pandangannku dari tatap matanya.Tangan sebelah kanan ku tergesa melepaskan pengait gelang itu.Aku memberikannya kembali pada Fathan.
“Kenapa?Karena masa lalu kamu?”Tanya Fathan dengan tajam.
Aku terdiam.Beberapa saat kita terdiam sejenak. Fathan masih menatap ku.Dalam.
“Kamu membiarkan diri kamu tersiksa Alice.Kenapa kamu selalu menghindar jika ada orang yang sayang sama kamu?”
“Kamu tidak mengerti .”
“Justru aku sangat mengerti ! Kamu takut untuk dekat dengan orang lagi karena masa lalu kamu kan?Kamu terlalu takut untuk dicintai lagi,untuk mencintai lagi.Ini tidak adil Alice.Kamu tidak membiarkan orang-orang baru masuk dalam hidup kamu.Sudahlah Alice,mau sampai kapan kamu menyimpan masa lalu itu?Lepaskanlah luka itu,kamu bisa bahagia kembali jika kamu mau membuka hati lagi”
“Untuk apa?Itu sama saja artinya aku mengijinkan seseorang melukai ku lagi.”
“Kamu salah Al,orang yang sungguh-sungguh mencintai kita tidak akan membuat terluka orang yang dicintainya.”
“Bulshit ! Kamu tidak tahu rasanya dikhianati oleh dua orang yang kamu sayang.Kamu tidak tahu kan betapa sakitnya aku karena luka ini?”
“Itu pilihanmu.Kamu sendiri yang lebih memilih untuk tetap bersama luka kamu.”
Aku sudah berusaha keras untuk keluar dari masa lalu ini, tapi bayangannya selalu mengejar ku,menakut-nakuti aku.
“Kamu perempuan Al,setiap perempuan butuh pendamping untuk menemani hidupnya.Sampai kapan kamu terus menyendiri?”
Aku juga tahu akan hal itu.Aku juga ingin bahagia seperti orang-orang.Tapi rasanya Tuhan tidak merancang kebahagiaan untuk ku.Disaat orang lain berbahagia karena cinta nya,aku justru terkapar penuh luka karena cinta ku.Aku takut.Aku trauma…
“Kamu akan tahu,betapa besar cinta aku,kalau kamu kasih aku kesempatan untuk membuktikannya.”
Lagi-lagi aku terdiam.Ada sesak memenuhi ruang hatiku.
“Baiklah Al,aku tidak akan memaksa kamu.Tapi tolong terima gelang ini.Jika kamu sudah siap untuk membuka hati kamu kembali,pakailah gelang ini.Aku akan senang jika kamu memakainya.Aku menunggu Al.”
* * *
Keindahan pantai dreamland yang mempesona terhampar didepan mata ku,pasir yang berwarna coklat cerah keputihan yang bersih,air laut yang biru,batu karang,dan celah karang memanjakan mata ku.Eksotis dan sempurna,adalah deskripsi yang tepat untuk surga para peselancar ini.Ku layangkan pandangan pada peselancar yang meliuk-liuk ditengah pantai menaklukan ombak yang tinggi dan besar.Sesekali debur ombak menyapa kaki telanjang ku.Angin pantai seirama memainkan rambut ikal ku dan dengan lembut mengibarkan kain udeng Bali yang ku pakai.Pikiran ku menerawang jauh,menjamah bayangan kota Jakarta beserta isinya yang ku tinggalkan,saat ini.Begitu banyak kenangan yang mencoba mendobrak masuk kedalam alam fikirku.Kemarin,sebelum aku tiba di Bali,kuberanikan diri untuk membuka pintu memory ku yang sudah lama terkunci,sesuatu memaksa aku untuk membukanya,kenangan itu membuat aku terlena hingga aku lupa waktu dan yang lebih gawatnya lagi,aku lupa mengunci ruangan penyimpan berkas-berkas masa lalu dihatiku yang telah lama kupendam.Dan sekarang karena kecerobohanku , kenangan itu berhamburan keluar,aku tak berdaya untuk menghentikan mereka menari-nari dipelupuk mata ku,mengajak ku untuk menyaksikan sekali lagi film kehidupan milik ku yang berakhir menyedihkan.Tanpa sadar,ingatan itu melemparkan aku dalam dimensi waktu di masa lalu.Tiga tahun yang lalu…
Bagi seorang remaja, masa SMA adalah masa yang paling indah.Sebuah moment yang tidak akan terulang lagi.Hanya terjadi sekali seumur hidup.Oleh sebab itu aku mengingkan semuanya berjalan sempurna.Tidak sulit bagiku untuk merealisasikan impian itu.Semua yang ku inginkan dapat dengan mudah ku peroleh.Aku bukan anak SMA biasa disekolah ku,aku memiliki pamor yang cukup tinggi untuk membuat semua orang kagum pada ku.Begitulah yang mereka katakan tentangku.Beberapa perlombaan yang kumenangkan mengharumkan nama sekolah,seperti lomba tari Bali,dan lomba musikalisasi puisi,prestasi itu cukup membuat guru-guru memberi perhatian istimewa terhadapku.Dikelas 11 aku berhasil terpilih menjadi ketua OSIS,hal itu tentu saja menggemparkan seantero sekolah ku,mengingat sepanjang sejarah kepengurusan OSIS,baru aku lah satu-satu nya perempuan yang terpilih menjadi ketua OSIS.Eksistensi ku tidak berhenti disitu saja,aku juga punya band indi disekolah—band kami cukup famous—hampir disetiap pensi kami tampil.Band kami terdiri dari enam orang,aku sebagai vokalis,2 orang pria bassist,1 orang pria gitaris,1 orang perempuan memainkan organ—dia Vika sahabat baik ku,dan 1 orang pria menjadi drummer—dia Dewa,kekasih yang kucintai.Sangat.Tuhan tahu itu.Bagi ku Dewa adalah Dewa cinta ku.Dewa memperindah dunia ku.Jika para seniman pemahat patung,memahat keindahan Dewa,maka patung pahatan itu akan menjadi sebuah karya seni yang begitu sempurna. Aku beruntung memilikinya.Begitulah yang dikatakan orang-orang.Banyak gadis yang iri setengah mati saat Dewa menembak ku,melalui siaran radio sekolah,bisa dibayangkan betapa seluruh kelas jadi gaduh karena ulahnya,ide nya memang gila ! Ia mengungkapkan perasaannya ditengah jam pelajaran sedang berlangsung.Aku ingat kata-kata manis nya pada saat itu,
“Alice,aku enggak tau lagi,harus berbuat apa untuk menarik perhatian kamu,aku udah bener-bener kehabisan akal.Tapi aku masih punya harapan,kalo kamu bakal terima cinta aku.”
Kelas ku jadi ribut bersiul-siul dan bersorak-sorak menggodai aku,terdengar pula kelas lain menjadi gaduh.Lalu tiba-tiba kelas jadi hening,ketika terdengar suara petikan gitar melantunkan lagu You’re Beautifull-James Blunt,suara Dewa memang tidak cukup bagus,tapi pada saat itu,terdengar sangat indah.
“Alice,my lady you are the only girl in my heart…I love you so.You want to be my girl?”
Setelah itu tanpa ia perdulikan dikelas ku ada guru ter killer,ia menyeruak masuk dengan membawa setangkai anggrek putih,bunga yang paling ku suka.Aku tidak ingin berkata apa-apa lagi selain “Yes I do.” Setelah penembakan selesai,Dewa mendapat hukuman dari Pak Edgar—guru matematika terkiller.Dewa disuruh lari mengelilingi lapangan,sepuluh kali putaran,padahal pada saat itu matahari siang sedang terik-teriknya.Tapi Dewa terlihat tak ada masalah.Ia menajalani hukuman itu dengan wajah berseri-seri.Penembakan Dewa membuat heboh seisi sekolah ku.
Selanjutnya hari-hari bahagia selalu menyambut ku.Masa remaja ku sangat menyenangkan.Dewa telah melengkapi kehidupan ku.Aku tak perduli lagi mengenai keadaan keluarga ku yang tak pernah harmonis. Cukuplah sudah dengan kehadiran Dewa dan Vika yang selalu menghiburku saat aku sedih setiap kali Ma dan Pa bertengkar hebat—sungguh situasi yang membuat ku depresi.Tapi selama Dewa ada disampingku,duniaku baik-baik saja. Aku tidak ingin apa-apa lagi dari dunia ini.Tuhan sudah sangat baik pada ku.Sungguh sempurna,aku memiliki semua yang diimpikan oleh seorang gadis remaja,popularitas,sahabat baik,dan pacar yang tampan,baik hati,penyayang,tajir,anak band,ditambah lagi dengan prestasi Dewa sebagai kapten basket yang membuat semua teman-teman perempuan ku menggilainya. Dewa adalah pangeran impian semua gadis.Itu benar,semua gadis sangat menginginkannya.Termaksud Vika—sahabat yang menusuk ku dari belakang.
Entah bagaimana aku mendeskripsi kan perasaan ku pada saat aku tahu Vika hamil oleh Dewa.Rasanya aku merasa dunia ku sudah berakhir.Hancur…aku sangat hancur.
Sejak saat itu aku menutup diri.Orang-orang terdekatku banyak yang bilang aku berubah menjadi pendiam dan pemurung.Ya karena tak ada lagi hal ceria didalam hidupku.Dua orang yang sangat aku sayang dan aku percaya mengkhianati aku.Perbuatan mereka membuat aku merasa tidak layak untuk bahagia.Terlebih ketika aku mendengar mulut-mulut usil berbisik-bisik dibelakangku,hal itu semakin membuat ku terjatuh.
“Ternyata gak ada yang sempurna didunia ini…liat aja tuh si ratu perfect,bisa hancur juga kan hidupnya?”
“Gila ya gak kebayang banget,sahabatnya tega khianatin dia sama pacarnya.”
“Eh…si Vika bisa hamil sama Dewa,mungkin karena kesalahan Alice juga tuh.Doi sih sok perawan banget.Hari gini main prinsip-prinsipan sih pacar bisa kabur.Nah kebukti kan,kalo Dewa lebih milih Vika yang bisa kasih servis baik,dibanding Alice yang gak bisa kasih apa-apa.”
“Iyaya,bener juga loe ! Ternyata Alice gak seperfect yang dikira ya?Kalo memang dia perfect kan Dewa gak bakal ninggalin dia,begitu juga si Vika…”
Lalu kudengar suara-suara lain berkata,
“Jahat ya Vika,Dewa juga.Bejat banget sih dua orang kayak gitu,go to hell deh !”
“Biar tau rasa tuh dua pengkhianat,dikeluarin dari sekolah !”
“Kasian ya Alice,dikhianatin sama sahabat dan pacarnya…kalo gue jadi dia,mungkin gue udah bunuh diri kali ya,hebat juga ya Alice tegar sama masalah kayak gini.”
“Iya,tapi seberapa keras Alice buat survive tetep aja kali dia ngrasa down.Keliatan banget lagi,dari perubahan sikapnya yang cheer-up jadi pendiem gitu.”
“Tapi kalo gue jadi Alice,gue bersyukur banget loh kalo yang hamil itu bukan gue.Meski hati ancur banget,yang penting kan masa depan gue gak ancur.”
Begitu banyak suara-suara ku dengar membicarakan aku,dinding sekolah seakan tak bersekat hingga aku begitu jelas mendengarnya.
Setelah lulus SMA dan masuk perguruan tinggi,kenangan itu masih saja berusaha mencederai aku.Hari-hari ku selalu saja sama.Tidak ada gairah,yang ada hanya rasa sakit akibat belati yang tak bisa lepas dijantungku.Mungkin luka ini akan tetap abadi.
Sudah cukup lama aku hidup dalam dunia ku sendiri,dunia kehampaan.Aku membuat pembatas antara aku dan dunia luar,agar tidak ada lagi orang-orang seperti mereka masuk kedalam hidup ku dengan membawa luka.Pribadi hangat ku telah mati,aku yang sekarang adalah manusia yang pesakitan dan sinisme.Aku terpuruk dalam lautan luka.
Tiba-tiba sebuah sapaan berdialek Bali membuyarkan lamunan ku yang liar berlompatan dari bagasi otak ku,
“Gek Alice ya?”
“Mbok gek Ayana?!!” *(Mbok gek adalah panggilan yang lebih dewasa.Average agenya sekitar 1-10 th diatas kita.)
Aku membulatkan mata ku,seakan tak percaya melihat sesosok wanita paruh baya itu—yang masih saja terlihat cantik.Mbok gek Ayana adalah guru tari Bali ku dulu.Sejak kelas dua SD aku sudah belajar menari Bali disanggarnya.Tapi kemudian kelas tiga SMA aku memutuskan untuk berhenti menari.Alasannya bukan karena mendekati UAS,namun sejak dunia ku hancur,aku sudah tidak berminat melakukan apa-apa lagi.Bodoh,putus asa…sungguh tidak nyaman aura negatif itu mengikatku.
“Punapi gatrane Gek?(Apa kabarnya?)Tak sangka nggih bisa bertemu lagi.”*Gek adalah sebutan untuk wanita Bali secara harfiah artinya nona.)
“Tyang becik-becik kemanten.*(Kabar saya baik-baik saja)”Jawabku sambil menautkan kedua telapak tangan didadaku.Aku lumayan mengerti bahasa Bali,karena aku juga mempelajari tariannya.
“Mbok gek sendiri Kenken kabare ?”Tanyaku kembali.
“Becik-becik .Aih,gek sudah besar rupanya.Paras gek semakin cantik.”
“Ah.mbok gek bisa saja.Mbok juga tetap terlihat cantik.Sama seperti dulu.Malah sekarang makin cantik.”
Mbok gek tertawa renyah,memperlihatkan,sebaris giginya yang putih.
“Di Bali Makarye napi,gek,berlibur nggih?*(Lagi ngapain diBali,berlibur ya?)”
“Nggih mbok,melepaskan penat dari Jakarta.”
“Gek selama libur ring dija meneng*(selama libur tinggal dimana?)”
“Tyang menginap di resort dekat sini.”Kata ku sambil menunjuk ke atas tebing yang berderet beberapa tempat penginapan.
“Mampir-mampirlah ke Ubud,ke tempat gek.”Tawar mbok gek.
“Mbok sekarang menetap di Bali?”
“Nggih,sanggar di Jakarta di urus oleh adik mbok.Rasanya lebih menyenangkan mengajar tari ditanah sendiri.Oh ya,selain itu juga mbok buka took buku didekat sini dan mbok sudah baca novel gek,Tarian di tepi senja—
Bagus sekali.Mbok sangat tersentuh membacanya.Sukses nggih buat gek”
“Matur Suksma”
Kami menyusuri pantai Dreamland sambil bercakap-cakap,
“Sudah lama sekali mbok tidak melihat gek menari.Kembalilah menari gek.”
Aku mengulum senyum ku.Aku memang sudah lama sekali meninggalkan aktifitas yang dulu biasa aku lakukan.Dunia ku seperti berhenti berputar.Luka-luka ini menyita seluruh perhatianku.
“Kalau gek bersedia,mbok ingin menawarkan gek menjadi pelatih tari disanggar mbok,sambil mengisi liburan.”
“Ah,mbok gek,rasanya tyang bukan orang yang tepat.”
“Janganlah gek merendah,apa gek sudah lupa,di Jakarta dulu gek adalah murid kesayangan mbok,karena gek sangat pandai menari.Apa gek juga sudah lupa,setiap orang terpukau menyaksikan tarian gek.”
Tentu saja aku masih mengingatnya mbok gek,beberapa acara berhasil ku pentasi dengan tarian Bali,aku juga pernah memenangkan perlombaan tari Bali.Semua masih jelas terekam di otak ku,raut ekspresi setiap penonton yang tersenyum dengan binar mata mengagumi,gemuruh tepuk tangan yang saling beradu saat tarian ku selesai,aku masih mengingatnya dengan baik.Ada kepuasan batin tersendiri saat aku membawakan tarian Bali,terlebih jika itu dapat menghibur orang-orang.Sebenarnya aku merindukan saat-saat seperti itu.Aku juga ingin kembali menari lagi,kembali menjadi Alice yang dulu,kembali hidup seperti dulu,sebelum luka-luka ini ada…
“Gek masih ingat,tarian terakhir yang gek bawakan dengan teman-teman yang lain?”
“Tarian kupu-kupu…”Kata ku mengambang.
“Ya.Tarian itu sangat berkesan.Semenjak pementasan itu,banyak yang mendaftar di sanggar.”
Tari Kupu-Kupu melukiskan ketentraman dan kedamaian hidup sekelompok kupu-kupu yang dengan riangnya berpindah dari satu dahan ke dahan yang lain.
Tarian ini merupakan Tarian Putri yang dibawakan oleh 5 orang penari atau lebih.Tarian ini merupakan ciptaan dari I Wayan Beratha pada tahun 1960an.
“Kembalilah menari gek.”Pinta mbok gek sekali lagi.
Aku tersenyum gamang.”Menari butuh ketenangan hati bukan,mbok?Lalu bagaimana tyang bisa menari dengan indah,jika hati tyang selalu galau.Tyang juga ingin kembali seperti dulu,tapi ada sesuatu yang menahan tyang…membuat tyang tidak berdaya.”
“Apa yang terjadi gek?Ceritakanlah.Mungkin dengan begitu hati gek bisa tenang.”
Mbok gek terlihat siap mendengarkan cerita ku.Sedari dulu kita memang memiliki kedekatan sikologis.Bagi ku Mbok gek tidak sekedar pengajar tari saja,tapi ia sudah seperti ibu ku sendiri.Seperti gerimis,kata-kata ku menderas,menceritakan kepahitan di masa lalu ku.Setitik air mata menetes,lalu angin membasuhnya dari wajah ku.
“Sesakit apapun luka yang gek rasakan,cobalah untuk memaafkan apa yang sudah terjadi.Memaafkan itu berarti melepaskan rasa sakit.Saat gek telah memutuskan untuk memaafkan,sejalan dengan itu berdoalah pada Tuhan untuk menyembuhkan luka hati gek.Percayalah Dia pasti melakukannya.Dan jika kita berani membiarkan cinta yang baru menyentuh hati kita,hati yang terluka akan memperoleh penyembuhan.”
“Apakah maksud Tuhan membiarkan tyang terluka mbok?Apakah tyang tidak cukup pantas untuk bahagia?Tyang merasa,hidup tyang tidak lagi sempurna sejak mereka mengkhianati tyang.”
“Sampunang ngeraos kenten!*( Jangan bicara begitu! )Ketahuilah gek,Tuhan membiarkan kita mengenal luka,untuk menjadikan kita pribadi yang tangguh dan sempurna.Kalau kita dapat menerima luka dengan hati yang bijak,kita akan sadar bahwa keterlukaan mengajarkan kita banyak hal tentang hidup.Semua orang didunia ini juga pernah terluka.Tapi itu hanyalah sebuah pilihan,kita bisa memilih untuk bangkit atau tetap tinggal dengan luka-luka itu.Trauma harus kita lawan gek,ketakutan itu hanyalah ilusi saja.”
“Gek cantik,gek cerdas,tidak ada yang kurang dalam diri gek.Semua masih sempurna.Janganlah gek merasa hidup gek sudah hancur karena pernah mengalami hal yang menyakitkan dalam hidup ini.Lihatlah,gek berhasil menerbitkan tulisan gek,akan jauh lebih baik bukan jika gek berdamai dengan masa lalu gek.Hidup ini mudah saja untuk bahagia,kalau gek mau melakukannya.”
“Tyang ragu bisa melakukannya mbok…”Ah,kalimat putus asa yang sebenarnya sangat ku benci.
Mbok gek menepuk pundakku seakan sedang mentransfer sebuah energi baru.
“Hilangkan keraguan itu.Semua hal yang mendera kita akan berlalu begitu saja.Dan kita harus melanjutkan hidup kita dimasa depan.Mbok yakin gek bisa memulai hidup dengan suasana hati yang baru.”
Ya,sudah seharusnya aku pergi meninggalkan masa lalu ku.Mungkin ini adalah saat yang tepat untuk melepaskan sebak di dada.Mbok gek benar,berdamai dengan masa lalu adalah suatu awal yang baik untuk kehidupan ku dimasa mendatang.Aku harus lawan rasa takut ku—juga keraguanku untuk bangkit—aku harus melakukan hal yang sama pada saat aku menyingkirkan keraguanku untuk menjadi penulis.Perlahan-lahan aku mulai merelakan luka menahun itu beranjak pergi.
“Matur suksma ping banget nggih.*(Terima kasih banyak ya.)Tyang akan coba melakukannya.”Ucap ku.
“Suksma mawali*(Terima kasih kembali.) Hari sudah sangat sore. Mbok gek,jagi mapamit mangkin.(saya mw pulang sekarang).Berkunjunglah ketempat gek untuk menari lagi.Kalau gek mau mencoba menari lagi berarti gek sudah merelakan luka gek untuk pergi”Ujar Mbok Gek seraya mengeluarkan kartu nama dari dalam tasnya.
“Baiklah,besok tyang sempatkan diri.Pasti tyang datang.”
“Gek,Janganlah kita menjadi tuli ketika seseorang meneriakkan cinta di hati kita.”Ujar mbok gek lantas berlalu dari hadapan ku.
Matahari tenggelam sepeninggal mbok gek.Nasihat Mbok gek benar-benar menggedor kebekuan dinding hati ku.Entah rasa apa ini tiba-tiba saja sebersit rindu menyulam senyum Fathan dihati ku.Aku tersenyum getir melihat berpasang-pasang mata menikmati sunset bersama kekasihnya—begitu silau pemandangan itu di mata ku.
* * *
Keesok kan hari nya aku berkunjung ke rumah Mbok gek,didaerah Ubud Bali.Suasana tampak ramai mempersiapkan hari raya galungan.Hari raya galungan adalah hari raya suci Hindu yang jatuh pada Buda Kliwon Dungulan berdasarkan hitungan waktu bertemu sapta wara dan panca wara—yang saat ini jatuh pada tanggal 13-14 october. Umat Hindu dengan penuh rasa bhakti melaksanakan rangkaian hari raya suci Galungan dan Kuningan dengan ritual keagamaan.Hari Raya Galungan selalu berulang setiap enam bulan sekali.Rangkaian Hari Raya Galungan dilakukan sejak sepekan sebelumnya. Mulai dari Hari Sugian Jawa, Sugian Bali dan Kajeng Kliwon Enyitan, Purnama Sasih Karo Penyekeban, Penyajaan Galungan, serta Penampahan Galungan, yang umumnya ditandai dengan pemotongan babi,karena menurut kepercayaan orang hindu—babi merupakan symbol kemalasan dan keburukan (Adharma) dengan demikian sifat-sifat itu dilebur dan dipersembahkan pada hari raya galungan agar nantinya tidak ada lagi sifat manusia yang terdapat dalam tabiat babi tersebut. Rumah-rumah di Bali,memang memiliki suasana yang khas.Didepan pintu gerbang,di merajan,di sudut-sudut rumah—disejumlah ruangan tertentu terdapat canang—canang itu berisi aneka bunga,irisan buah,tebu,dan kue atau makanan kecil sebagai bentuk persembahan.Aku melihat seorang gadis berkebaya bali sedang meletakan canang di merajan di pekarangan rumah,segera saja aku menghampiri gadis canti itu,ditelinganya tersemat bunga kemboja putih.
“Nunas lugra…tyang jagi metaken.*(Permisi…saya mau bertanya)”
“Gek mencari siapa nggih?”
“Mbok gek Ayana ada?”
“Mbok gek ke pasar sedang numbas bunga untuk keperluan sembahyang.Sira pesengan ragane?*(Nama nona siapa?)”
“Alice.”
“Tyang Sarisha.Tunggulah sebentar.Mbok gek pesankan tyang untuk menemani tamu istimewanya.”Ujarnya sambil tersenyum ramah.
Tidak lama kemudian Mbok gek Ayana datang.Lalu setelah menjamu ku,Mbok gek Ayana dan gek Sarisha membawa ku ke sanggar—tempat berlatih beberapa anak-anak yang mendalami tarian budaya Bali.Selama liburan ku habiskan untuk mengajar anak-anak kecil itu menari.Menyenangkan.Pikiranku seperti tercerahkan.
“Gek,mengapa berlibur ke bali sendiri saja?ragane sampun maduwe gagelan?*( Kamu sudah punya pacar? )”
Tanya gek Sarisha tiba-tiba ketika kami selesai melatih menari anak-anak—kami duduk-duduk sambil menikmati teh manis hangat dihalaman rumah mbok gek.Aku menjawab pertanyaannya dengan menggeleng dan tersenyum.Ketika aku berganti bertanya hal yang sama,air muka nya berubah.
“Kenapa gek?Rupa gek terlihat sedih.Ampure(Maafkan saya) jika perkataan tyang lancang.”
“Dulu tyang punya kekasih…”
Kemudian Sarisha mulai menceritakan kenangan pahitnya dimasa lalu.Betapa ia dibutakan oleh cinta.Seringkali Sarisha diperlakukan kasar oleh kekasihnya yang saiko.Kekasihnya itu ringan tangan sekali.Setiap kali ia kesal,cemburu,marah,tubuh Sarisha menjadi pelampiasannya.Buat Sarisha memar-memar karena pukulan kekasihnya hal yang biasa.Bahkan Sarisha masih saja memaafkan kekasihnya dan masih menerima kekasihnya itu.Bahkan Sarisha rela meninggalkan keluarganya demi kekasihnya yang bejat itu.Ya lelaki mana yang tidak bejat,memaksa perempuan yang dihamilinya untuk menggugurkan darah dagingnya sendiri.Sejak saat itu,kekasihnya pergi mencampakkan Sarisha.Keluarga Sarisha pun sudah tidak mau menerima kehadirannya.Untunglah ada Mbok Gek Ayana yang baik hati,yang bersedia menampungnya.Mendengar cerita gek Sarisha yang menyakitkan,aku tersadar akan satu hal—ternyata luka yang dialami Sarisha tidak sebanding dengan luka yang aku alami.Aku hanya dikhianati kekasih dan sahabat ku.Sementara yang terjadi pada Sarisha lebih dari itu.Ia bahkan telah dizdalimi oleh kekasihnya.
“Tyang merasa berdosa tidak mempertahankan bayi yang tidak bersalah itu.”
Wajah Sarisha yang cantik dilumuri air mata.Make up nya yang sudah sempurna luntur oleh air mata yang tumpah ruah.Aku bisa merasaka kepedihan yang ia rasakan.Ternyata pengalam Sarisha lebih pahit dari ku.Apa yang aku alami rasanya masih jauh lebih baik darinya.Tiba-tiba aku jadi merasa malu pada Tuhan,karena selama ini aku selalu saja merasa diberatkan dengan pengalaman dimasa lalu ku.
“Tyang rindu keluarga tyang.Besok rerahingan galungan.Semua orang saling bersilaturahmi.Tyang ingin sekali bertemu keluarga tyang.Akan tetapi tyang sudah membuat aib dalam keluarga,tyang sungguh hina.Kadang kala terbesit keinginan tyang untuk mengakhiri hidup ini.”
“Sampunang ngeraos kenten!*( Jangan bicara begitu!) Tidak ada orang yang proses hidupnya sempurna,semua juga pernah mengalami keterpurukan,kesalahan,sedih,kecewa,gagal,terjatuh,sakit,dan sebagainya.Tapi jangan jadikan itu sebagai kemunduran dalam hidup.Jadikan semua itu sebagai pembelajaran hidup.Kita harus melihat dan melangkah ke depan di mana masih ada sesuatu yang harus dicapai didepan kita.Gek pasti bisa melangkah dengan lebih baik lagi.”
Aku tercenung beberapa saat.Rasanya aku tidak percaya oleh pendengaranku sendiri.Aku yang selama ini terpasung oleh luka,dapat berkata seolah-olah aku sudah bebas dari luka lama.Ah apakah memang benar,sekarang aku sudah bisa melepaskan luka itu?
“Gek,terkadang kita memang harus terluka untuk mendapatkan kebahagiaan yang sebenarnya—yang akan jauh lebih indah.Janganlah gek sia-sia kan kesempatan hidup ini.Hidup terlalu singkat untuk dilewatkan dengan menggenggam rasa sakit dan
tertahan ditempat yang sama.Kalau gek mau,tyang akan menemani gek menemui keluarga gek.Mungkin mereka sudah memaafkan gek.”
Tiba-tiba Mbok Gek masuk dengan senyum yang mengembang.Ia menatap ku seraya mengacungkan jempolnya.
“Hebat sekali kata-kata gek Alice,rupanya gek sudah benar-benar bangun.”
Aku hanya tersenyum mendengar komentarnya.Ya sudah kuputuskan untuk mengemasi semua luka-luka ku dan beranjak pergi ke sebuah tempat yang indah—dimana masih ada sebuah harapan dan impian yang harus kuwujudkan untuk masa depan ku.
“Besok hari raya galungan dan kuningan sudah tiba,yang bermakna dharma dan adharma ada di dalam diri kita masing-masing.Semua kemenangan itu bisa berjalan dan dirasakan dengan dasar keikhlasan dan ketulusan dalam menyikapinya.Tersenyumlah kalian dewi-dewi ku yang cantik.”Ujar mbok gek seraya merangkul kami berdua dengan sayang.Kemudian mbok gek mengeluarkan handphone dari kemben nya.
.
“Ini tadi gek meninggalkan ponsel di sanggar.”Katanya seraya menyerahkan handphone itu.
Ku lihat dilayar LCD ada enam belas kali panggilan tak terjawab dari Fathan.Aku berniat menghubunginya kembali,belum sempat ku hubungi ada pesan masuk dari Fathan.
Kapan kamu pulang ke Jakarta Al?
Jari-jariku dengan sangat cepat membalas pesan Fathan.
Sehabis hari raya galungan dan kuningan selesai.
Fathan membalas lagi,
Aku hanya mau pamit sama kamu.Hari ini aku berangkat ke luar kota.
Mungkin cukup lama aku akan pulang….
Segera ku balas pesannya lagi,
Pergi kemana?Pergi untuk meliput ya?
Aku menunggu balasan kak Fathan.Semenit,dua menit,tiga menit,namun tidak ada balasan dari kak Fathan.Tiba-tiba aku merasa takut tidak akan bertemu lagi dengannya.
Saat ini aku menyadari sesuatu,kalau sebenarnya aku mencintai pemuda baik itu.Namun selama ini aku mencoba berkelit,menghindari perasaanku—karena terlalu takut untuk jatuh dilubang yang sama.
“Jangan sampai kita menyesal,karena terlambat mengatakan isi hati kita yang sesungguhnya.”
“Ah,mbok gek seperti peramal saja.,tahu tentang perasaan ku.”
“Mbok kan pernah muda juga seperti kamu.jadi Mbok bisa merasakannya.”
“katakanlah secepatnya,atau gek akan kehilangan kesempatan.”Kata Sarisha ikut menimpali.
Kata-kata Mbok gek Ayana dan gek Sarisha seperti sihir yang memperintahkan otak ku untuk mengungkapkan cinta malam ini.Dengan segera aku menghubungi nomor kak Fathan.Aku tidak sabar untuk mendengar suaranya.Tapi sayang,nomor kak Fathan tidak bisa dihubungi.Aku resah sepanjang hari.Berkali-kali aku mencoba menelponnya,tapi nomornya belum aktif juga.Aku pasrah jika aku telah kehilangan kesempatan untuk mengungkapkan perasaanku.
* * *
Akhirnya hari yang dinanti-nanti semua umat hindu diseluruh dunia tiba.Setiap perayaan hari raya Galungan dan Kuningan, umat Hindu di Bali akan memasang penjor di depan rumahnya masing-masing. Penjor adalah sebuah tiang bambu tinggi yg dihiasai dengan janur, hasil-hasil bumi dan kain warna kuning-putih. Penjor adalah simbol dari gunung. Umat Hindu di Bali meyakini bahwa tempat yg tinggi seperti gunung adalah rumahnya Tuhan/Hyang Widhi.Mbok gek bersama gek Sarisha pergi ke pura untuk bersembahyang.Karena aku bukan umat hindu—aku tidak ikut bersembahyang dipura.Tapi aku ikut memeriahkan perayaan ini—aku mengabadikan moment ini dengan kamera digital SLR ku.Setelah membidik objek ogoh-ogoh sebuah arak-arakan yang disuguhkan dalam perayaaan galungan dan kuningan,aku menari Bali persembahan bersama gadis bali lainnya.
* * *
“Ada apa gek murung?”
“Sepertinya sudah terlambat mbok.Ini semua karena kebodohan tyang.”
“Gek,kalau pemuda itu sungguh mencintai gek,dia pasti tetap menunggu gek.”
“Ah,Dia pasti sudah lelah menunggu tyang.Kalau dia memang mencintai tyang,dia pasti sudah menyusul tyang kemari.Tapi sudahlah,hal itu hanya terjadi difilm-film.”
Aku hendak pergi,lalu suara mbok gek menahan langkahku sesaat di gerbang rumahnya,
“Jagi kije gek?*(Mau kemana?)
“Tyang jagi melali ke Kuta.*(Saya mau jalan ke Kuta)
* * *
Ku benamkan penyesalan ku dengan menelusuri pantai Kuta—sore ini Kuta terlihat sepi ,sepertinya hanya ada aku ditempat itu.Aku duduk diatas pasir pantai yang sangat putih dan bersih, agak menyilaukan dari kejauhan di tengah hari tanpa awan.Aku tak bisa berhenti memikirkan fathan,dimana dia sekarang…?Aku ingin bertemu dengannya…ingin sekali….
“Nunas lugra gek… makarye napi?*(Permisi nona,sedang apa?)
Aku merasa seperti mendengar suara Fathan.Oh tidak,aku menggelengkan kepala ku berkali-kali,aku pasti sedang berhalusinasi,saking begitu merindunya.
Lalu ku dengar sebuah lagu I Love You—Celine Dion dinyanyikan dengan merdu.Suara itu milik Fathan.Aku menoleh kebelakang.Ya Tuhan,apa benar yang ku lihat?Aku sedang tidak bermimpi kan?Fathan berdiri tepat dihadapan ku…
“I love you, please say You love me too,”Kak Fathan masih menyanyikan lagu itu dengan senyum hangatnya,dengan binar mata nya yang indah.
“Fathan? kok ada disini,katanya…”
“Tadi malam kan aku sudah bilang mau ke luar kota—ya Bali ini.Menyusul kamu.”
“Huh,dasar,dikira mau pergi kemana.Pamitnya kayak mau pergi jauh aja.”
“Kenapa?Khawatir ya?”
Aku tersenyum.
“Kamu gak pernah bilang bisa nari Bali.”
“Emang tadi kamu liat?”
“Dari awal upacara mulai,aku juga liat kok.kan sekalian meliput.”
“Dasar curang,bukannya kasih tahu dari tadi.”
“Namanya juga surprise.”
Fathan melirik gelang pemberiannya yang melingkar manis dipergelangan tangan ku
“Gelangnya cantik dipakai oleh mu…”
“I love you, please say You love me too,”
“Well,I know this song…”
Aku melanjutkan nyanyian I Love You bersama Fathan.
”these three words,hey could change our lives forever .And I promise you that we will always be together Till the end of time “
Matahari tenggelam diujung lautan.Dalam dekapan Fathan,sunset memberikan sulur-sulur cahaya kemilaunya.Aku bahagia.
Bagi seluruh umat hindu di dunia “Rahajeng Rerahinan Galungan lan Kuningan Dumogi Sami Ngamolihang Karahayuan.Matur Suksma”
(Selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan semoga dharma senantiasa menjadi pemenang dalam hidup ini.Om shanti…shanty…shanty…om)
Add a comment Agustus 20, 2009
Selirih hati,sedamai jiwa
Kulangkahkan kakiku dijalan setapak hutan cemara yang terletak dibelakang villa.Ada kerinduan yang membuncah semenjak aku menginjakkan kaki ku disini.Atmosfer kota Bandung selalu mengingatkan aku akan segala kenangan indahku bersama Reiji.Reiji kekasih tercintaku yang telah pergi satu tahun yang lalu.Ia mengalami kecelakaan pesawat dalam perjalanan pulang usai pertukaran pelajar di Kairo.Andai kecelakaan itu tak pernah terjadi,tentu saat ini Reiji masih disini bersamaku.menemaniku menyusuri hutan cemara hingga sampai didanau kecil.Danau kecil yang memiliki cerita cinta yang telah usang.Langkah kakiku sampai pada tempat yang kutuju.Danau bening.Begitulah Reiji menamakan tempat ini.Dulu setiap hari libur Reiji dan aku sering berlibur ke villa milik keluarganya dan berpiknik ditepi danau bening,yang ditumbuhi bunga- bunga teratai cantik.Tempat ini begitu istimewa buatku.Kulihat beberapa kupu-kupu bersayap kuning melintasi danau,dan hinggap dengan anggunnya dikelopak teratai putih yang sedang mekar begitu indahnya.Aku duduk ditepi danau ,memandangi kebeningan air danau.Kubayangkan wajah Reiji terbias dalam pantulan air.Aku tersenyum getir.
“Aku merasa kamu masih disini…”Ucapku lirih
Kupejamkan mataku,kunikmati sehembus angin yang menerpaku.Kubayangkan Reji terkasih mendekapku.Seketika aku merasa hangat akan fantasiku sendiri.Hmmm…kehangatan yang menyakitkan.Aku mendengar suara bergemerisik halus dari atas langit sana.Kudengarbisikan kekasih membelai hatiku.Bisikan yang mengatakan sebuah kata cinta yang biasa ia bisikan kepadaku.Aku masih saja diam terpekur mengenangnya.Sementara waktu semakin jauh tinggalkan aku.Aku sadar air mata kehilanganku tak akan membawanya kembali kedalam dekapanku.Namun ingin sekali aku dapat melihatnya,menyentuhnya.Bukan merasakan kehadirannya yang tak dapat kulihat. Kerinduanku bergejolak.Aku ingin bertemu Reiji…
Kutenggelamkan tubuhku kedalam danau.Air danau yang dingin menusuk tubuhku hingga ketulang.Kurasakan ada yang memelukku.Mungkinkah itu Reiji?Reiji kekasihku…?
Saat aku membuka mataku,aku sudah berada disebuah kamar.Kudapati seraut wajah seseorang.Air wajahnya tersirat kelegaan.Agas tersenyum.Ia calon tunanganku.Agas adalah kakak Reiji.
“Syukurlah Sya kamu sudah sadar.”
“Agas,tadi aku melihat Reiji ! Ia berusaha menyelamatkan aku !”
Ucapku berapi-api.Agas memandangku sedih.
“Yang menyelamatkanmu Agas bukan Reiji !”
Tegas seseorang diambang pintu.Suara itu milik Chyntia kakakku(Ia ikut berlibur bersama kami untuk membantu Agas mengawasiku yang selalu saja mencoba bunuh diri).Ucapan Chyntia seakan menyadarkan aku akan kegilaanku terhadap bayangan Reiji,bahwa orang yang sudah mati mana mungkin bisa menyelamatkan seseorang yang mencoba bunuh diri.Aku diam terpekur mendengarnya.Agas hanya tersenyum samar.Senyuman yang selalu menyiratkan kepasrahannya.Pasrah akan kenyataan karena aku tetap mencintai Reiji dan tak kunjung mencintai Agas.Aku bisa membayangkan betapa lelahnya menjadi Agas yang selalu bersabar menungguku untuk kucintai.Namun kenyataannya Reiji tak tergantikan.
“Kalau Agas tidak segera mencarimu,dan melihatmu menerjunkan diri
kedanau mungkin sekarang kamu sudah mati…”Ucap Chyntia sinis.
Kenapa tidak kamu biarkan aku mati saja Agas…..?Aku hanya akan menyiksa hatimu.Seharusnya aku berterima kasih pada Agas karena ia sudah menyelamatkan nyawa ku untuk kesekian kalinya,ketika aku mencoba bunuh diri saat aku sangat merindukan Reiji.Aku tidak ingin apa-apa,aku hanya ingin bersama Reiji kembali.
“Sya…tindakan kamu tadi bikin aku takut.Jangan lakukan lagi ya….”
Aku tidak menjawab permintaan Agas.Aku mengalihkan pandanganku darinya.“Please living me alone…”
Agas mendesah panjang.”Baiklah.Aku tahu kamu butuh istirahat.”
Agas mencium keningku dan berlalu bersama Chyntia.
“Maafkan aku Agas…”Lirihku ketika ia menghilang dibalik pintu.
Aku tahu keadaan ini sangat tidak adil buat Agas.Dia calon tunanganku tapi yang kucintai bukan dia.Aku tak pernah bisa lepas dari bayang-bayang Reiji.
* * *
Ahhhh….udara pagi di kota Bandung memang sangat menyegarkan.Aku sangat menikmati suasana pagi diantara kebun mawar putih yang mengelilingiku.Aku duduk dibangku kayu sambil menikmati teh chamomile hangat.Aku memandangi setiap gambar diri Reiji,aku dan Agas dalam album kenangan yang ada dipangkuanku.Terbayangmasa-masa indahku yang dulu bersama Reiji terkasih.Air mataku mulai menetes lagi mengingat itu.Andai aku bisa mengulang saat-saat bahagia itu.
“Agas mencarimu Sya.Dia khawatir…”
Suara Chyntia mengusikku.Aku berpaling kearahnya.
“Aku tidak akan hilang darinya…”sahutku
“Kamu memang tidak pernah hilang darinya.Tapi dia tidak pernah ada
dihatimu kan Sya?”Aku menangkap nada sindiran dari ucapan Chyntia.Ia menatapku,“Jujur Sya,aku muak,kamu membiarkan diri kamu larut atas kepergian Reiji.Kamu sibuk sendiri dengan mengenang Reiji tanpa memikirkan perasaan Agas yang sangat mencintai kamu.Apakah kamu tidak pernah tersadar sedikitpun,sikapmu menyakiti Agas?!”Chyntia terlihat marah padaku.
“Lupakan Reiji Sya….”Aku tersentak atas permintaan Chyntia.
“Bagaimana mungkin aku melupakan Reiji.Sedangkan dia masih berada
disini.Ia selalu hidup dihatiku.Aku tak kan bisa melupakannya…”
“Bukannya tidak bisa ! Tapi kamu yang tidak mau ! Kamu terlalu menikmati Kepedihanmu.Terimalah kematiannya Sya.Pandanglah masa depan kamu.Kumohon Sya,Belajarlah mencintai Agas.Ia sudah banyak berkorban untuk kamu…”
“Jangan paksakan perasaan Asya,Chyn…”
Agas berada diantara kami.Chyntia berlalu,meninggalkan kami berdua.Agas duduk disampingku.Ia membawakan baki sarapan untukku.Roti panggang selai stroberry dan segelas susu coklat hangat.Kurapatkan cardigan putihku.
“Kamu dingin ya Sya?Ini diminum ya…”Agas menyodorkan susu coklat itu.
Aku meneguknya.Hangat lumayan merasuki tubuhku.Aku memandangi Agas dengan sendu,dan ia selalu saja membalasnya dengan tatapan hangat.
“Agas maafkan aku…aku sadar,aku terlalu banyak melukaimu…”
“Jangan meminta maaf Asya…aku tidak apa-apa jika kamu tidak bisa
mencintaiku.Aku sudah cukup bahagia ada disampingmu…”
Aku menggenggam tangan Agas.”Terima kasih Agas.Kamu lelaki yang baik…”
“Seharusnya aku yang berterima kasih…karena kamu telah mengizinkan aku
untuk menjaga kamu.”
Aku tersenyum mendengar keikhlasannya.
“Besok kita akan kembali ke Jakarta Sya.Kamu siap untuk melakukan operasi
itu?”Tanyanya dengan lembut.
Aku mengangguk lemah.
“Jangan takut Sya.Yakinlah,pencangkokan hati itu akan berhasil.”
Dua bulan yang lalu dokter memvonis aku menderita kanker hati.Untungnya penyakitku ini diketahui pada tingkat permulaan.Jadi masih bisa dilakukan operasi.Sebenarnya aku menolak keras untuk dioperasi tapi keluargaku terutama Agas tidak membiarkan aku mati digrogoti oleh penyakit kanker itu.Saat mengetahui hatiku terserang shyrosis aku rela,justru aku menanti kematian itu datang padaku,agar aku segera bertemu Reiji terkasih.Namun dengan segala upaya keras Agas,ia berhasil membuat aku menjalani pengobatan,membujuku untuk melakukan pencangkokan hati.
“Asya…boleh aku mencium kening kamu…untuk yang terakhir kalinya….”
Aku mengizinkan agas menciumku.Ada kejanggalan yang terasa dihatiku saat Agas mengucapkan kalimat terakhirnya.Kenapa ia berbicara seperti itu?Apakah ia sendiri meragukan pencangkokan itu akan berhasil?
* * *
12 : 51 pm – 5 mei 2008
Pasca Operasi
Perlahan aku membuka mataku.Aku melihat Chyntia berdiri menatapku.Ia
tersenyum dan membisikan sesuatu.”Operasinya berhasil…”
“Dimana Agas?Aku tidak melihatnya semenjak aku masuk ke ruangan operasi?”
Entah mengapa aku merindukan kehadirannya.Sebenarnya aku berharap ia menunggui aku selesai operasi.Kupikir orang pertama yang kulihat saat aku tersadar adalah Agas.Aku terbiasa akan kehadirannya.Tanpanya saat ini ada yang hilang…
Oh…Tuhan,apa yang aku rasakan?Apakah aku sudah mulai mencintainya?Ya…aku baru menyadarinya bahwa aku mencintainya.Selama ini Agaslah yang mendamaikan jiwaku saat hati ini lirih…Dimana Agas yang selalu menemaniku itu???Aku tak sabar ingin mengatakan bahwa aku mencintainya….
“Dia menitipkan surat ini sebelum melakukan pencangkokan…”
Aku tidak mengerti apa yang Chyntia ucapkan.Aku menatapnya dengan penuh tanya.
“Bacalah…kamu akan tahu semuanya.”
Aku membaca surat itu,
Dear Asya my endless love,
Asya,maafkan…aku merahasiakan sesuatu padamu, selama ini aku
menderita kanker otak akut.Aku sudah berada distadium akhir. Kamu masih bisa disembuhkan, sementara aku?Aku hanya tinggal menunggu waktu.Golongan hati kita sama Asya.Jadi aku memutuskan untuk mendonorkannya padamu.Bagiku hidupmu jauh lebih penting… walaupun aku pergi tapi hatiku tetap bersamamu Asya…
Asya…aku selalu berharap suatu saat nanti kamu dapat mempercayai adanya
kebahagiaan kedua.Kumohon Asya perdulikanlah duniamu yang menawarkan berjuta kebahagiaan untukmu.Kupertaruhkan cintaku yang tak terbalas untuk menyembuhkan lukamu atas kepergiaan adikku.Disepanjang hidupku aku hanya ingin memberikan yang terbaik untukmu gadis ku…jangan pernah merasa ditinggalkan,tapi merasalah bahwa kamu dicintai.Aku pergi justru aku sangat mencintaimu. Asya sayang…lanjutkanlah langkahmu kembali,jangan biarkan langkahmu terhenti lagi.Karena hidupmu terlalu berharga untuk disia-siakan.Raihlah impian-impianmu.Aku selalu berdoa untuk kebahagiaanmu.Terima kasih bidadari ku,kamu telah membiarkan aku bersama kamu disisa akhir hidupku.Cintaku untukmu selamanya…
“Agas kekasihku aku mencintaimu…kamulah malaikat kebahagiaanku.”
Air mataku menetes.Aku tak kuasa membendung tangisku.Ya Tuhan betapa indahnya cinta Agas kepadaku.Betapa bodohnya aku selama ini,tidak dapat melihat keindahan itu.Kenapa aku baru menyadarinya disaat kamu telah pergi…?Kenapa kamu pergi Gas,disaat aku ingin memberitahumu,aku mencintaimu…
Tuhan kenapa Engkau biarkan Agas pergi sebelum mendengar kata cinta dariku…?
…
Kepergian kekasih telah membuat
sang bidadari Meneteskan air matanya
Sayap-sayap cinta yang merengkuh jiwanya
Membuat ia terluka…karena…
Tangan kematian telah menggamit kekasih Sang bidadari…
Add a comment April 12, 2009
Aku Yang Menangis
Hujan.Langit menumpahkan air matanya.Seperti langit dihatiku yang selalu menumpahkan tangis.Merentangkan luka.Aku tak tahu lagi bagaimana caranya menghentikan tangisan dijiwaku yang tak pernah kunjung reda.Ragaku letih meratap…kematian selalu menari-nari dipikiranku.Dari balik jendela berterali besi,kutatap awan-awan mendung kelabu membentangi angkasa raya.Sudah dua tahun aku terkurung disini.Jiwaku terpenjara dari kehidupan luar.Aku merasa begitu sepi dan hampa.Sejak kematian Vilan kekasihku,aku menjadi seperti saat ini…merasa hilang tanpa kehadiran Vilan-ku.perginya Vilan membawa seluruh hidupku.Orang-orang disekitarku menganggap aku gila atas kematian Vilan.Namun…sesungguhnya aku hanya bersedih,aku berduka atas apa yang telah terjadi didalam hidupku.Aku menangis, karena aku merasa sangat merasa kehilangan,aku tidak mau bicara lagi,karena tak ada satu pun yang memahami perasaanku.aku menjerit,karena aku ingin melepaskan kepedihan ini.Aku tertawa dalam lamunanku,karena aku terkenang akan masa-masa indah bersama kekasihku.Aku ingin berbahagia seperti dulu,tapi kenapa mereka memenjarakan aku disini?Aku semakin terluka karena mereka mengasingkan aku disini.Kenapa mereka tidak bersabar merawat keterlukaanku?Aku pasti akan sembuh,tapi aku butuh waktu yang lama untuk bangkit dan memaafkan masa lalu ku.tapi mereka mereka membiarkan aku disini sendirian menahan sepi yang kian melukai batinku.Kepergiaan Vilan dan hilangnya keberhargaan didalam diriku membut sedihku menggila.Aku hancur.Mengertikah mereka bahwa aku sangat terkoyak…?Bersamanya dahulu menyempurnakan hidupku,membuat aku bahagia.Tapi kebahagiaan itu musnah ketika penolakanku terhadap Fabio(ia teman satu kampusku dan juga kakak tiri Vilan) membuatnya marah.Ia menyimpan dendam.Tanpakusadari Fabio merencanakan niat busuk.Suatu ketika,saat kampusku mengadakan program pecinta alam,kami bertiga tersesat ditengah hutan,kaki ku terkilir,aku tak dapat melanjutkan perjalanan,dan persediaan minum kami habis.Saat Vilan mencari air disungai .Fabio mencoba mendekatiku.Aku mulai merasa tak nyaman
“Loe tahu?Gue masih nungguin loe nerima cinta gue…”
“Please Fabio,jangan bicarain itu lagi.Kita udah sepakat untuk temenan aja
kan…”
“Tapi gue terlalu cinta sama loe,malem ini loe harus jadi milik gue…”
“Jangan bikin gue takut Fabio…”
Fabio mendekatiku,ia mencoba mencium ku.Dan refleks kutampar wajahnya.
“Jangan sinting Fabio!Inget,gue itu cewek ade loe!”
“Persetan !Gue udah banyak ngalah sama dia,pertama dia ngambil bokap
gue buat nikah sama nyokapnya yang sialan itu!Dan sekarang dia ngambil loe,cewek
yang paling gue cintai!Gue sayang sama loe…gue cinta banget…”
“Loe udah gila!!!”
Aku berusaha menghindar dari Fabio.”Kalo loe berani mendekat,gue bakal teriak!”
“Teriak aja!gak bakal ada yang denger.Asal loe tau,semua ini rencana
gue.Gue sengaja bikin kita terpisah dari rombongan!”
Fabio mendekap tubuhku.”Tolongggg…!!!Tolong…Vilannn!!!”Teriakku sekuat tenaga.Aku berusaha berontak.”Kalo loe beneran sayang gue,please jangan lakuin ini…”
Tiba-tiba Vilan muncul dan langsung menyerang Fabio.Berkali-kali Vilan menghantam wajah Fabio.”Brengsek loe!Gue percaya loe buat jagain Gaby,tapi loe malah ngambil kesempatan!Bajingan loe!”
Fabio seperti kesetanan,ia mengambil pisau lipat dibalik bajunya dan menghunuskan keperut Vilan ku yang malang. Kalau saja tangan jahanam Fabio tidak mencoba menyentuhku,tentu VilankuTercinta masih bernafas bersama nafasku.Masih teringat jelas olehku ketika Vilan dibunuh didepan mataku.Fabio menghunus perut Vilan berkali-kali dengan pisau lipat.Aku mejerit ketakutan,jeritanku merobek keheningan malam.Fabio tertawa,menyeringai selayaknya iblis dari neraka.Ia mencengkram tanganku. Aku lemah Dan begitu rapuh untuk melawan.Ia merajai tubuhku.Kesucianku terenggut….
Setelah memuaskan nafsu bejatnya,Fabio tanpa dosa meninggalkan aku yang telah perih tercabik-cabik.Tertatih-tatih aku berusaha bangkit mendekati tubuh Vilan yang terkapar tanpa detak jantungnya lagi.Kupeluk tubuhnya yang bersimbah darah.Aku menangis…menyayat keheningan malam,menjerit menyerukan kepiluanku pada langit.Hutan pinus dan langit malam menjadi saksi pertama dari peristiwa teragis itu.Langit malam dan hutan pinus hanyalah saksi bisu yang terus terbungkam untuk selamanya.Emosiku telah luruh,hancur bersama jiwaku yang sakit.Jiwa yang terluka ini tak akan dapat mengungkapkan siapa si pelaku keji itu.Biarkan saja Tuhan yang membalas atas dosa-dosa yang diperbuat Fabio.Semenjak saat itu aku terperangkap dalam pekatnya kehampaan.Karena kekasih telah pergi jauh tinggalkan aku dalam keperihan yang kini telah menyelubungi hidupku.Aku tak lagi dapat melihat keindahan yang dulu kulihat bersama Vilan ku.Sepeninggal vilan hiduku selalu berkabung.Hujan dihati yang terkoyak ini tak akan pernah kunjung usai.Maka kuputuskan untuk menghentikannya.Aku ingin keluar dari ruangan bilik yang menyekatku ini.Kuambil pisau silet dari kantung bajuku.Kupandangi silet tajam itu dengan tersenyum pedih.Lalu dengan pasti kugoreskan ketajaman pisau silet itu pada urat nadiku.Aku yakin kematianku kali ini akan berjalan lancer tanpa ada yang mecegahku lagi.Kunikmati setiap tetes darah ku yang mengalir bersama tetes air mataku.Namun aku tersenyum karena jiwaku akan meninggalkan raga dan batin yang menderita ini.Kupejamkan mataku.Kristal-kristal putih terjatuh dari kelopak mataku untuk yang terakhir kalinya.Dunia ku yang penuh luka akan berakhir…
Sayup-sayup kudengar suara Vilan…
“Gaby…aku tidak mau kamu pergi…kembalilah sayang…”
Tidak !aku ingin bersamamu.Biarkan aku berada disana Vilan ! biarkan aku bersama mu! Remang-remang kulihat bayangan Vilan.Ia berdiri hanya satu meter dari hadapan ku tapi Aku merasa jarak itu terbentang begitu jauh.
“Gaby ku sayang…aku juga ingin bersamamu,tapi itu sudah tidak mungkin lagi…”
Kenapa?Apa maksudnya sudah tidak mungkin lagi?Aku sudah hampir berada ditempatmu.Jadi jangan menyuruhku kembali lagi.Ulurkan tanganmu Vilan,raihlah aku,ajak aku bersamamu.Bawa aku ketempatmu yang penuh kedamaian.Jadi aku tidak akan menangis lagi.Aku hanya ingin bersamamu Vilan,hanya itu yang bisa membuat luka ku sembuh.Aku hanya bisa bahagia bila bersama kamu…
“Gaby…Percayalah, kamu masih punya kebahagiaan.Jadi tetaplah hidup.Suatu saat kita akan dapat bersama lagi,tapi tidak seperti ini caranya.Jangan menangis lagi Gaby ku.Maafkanlah semua yang telah terjadi.Lepaskan duka mu itu.Aku percaya kamu bisa bangkit.Aku selalu mencintaimu…”
Vilan ku sangat mencintaimu…
* * *
Kubuka mataku,
Dimana Vilan ku…?Kulihat disekelilingku tak ada Vilan.Yang ada hanya mama dan Papa.Kedua wajah yang sudah lama tak kulihat.Untuk apa mereka menemuiku?Bukankah merekalah yang memasukkan aku kerumah sakit jiwa?
“Sayang…kamu sudah sadar?”Tanya mama
“Aku dimana…?”Tanyaku dingin
Kedua orang tua ku saling bertukar pandang.Wajah mereka yang terlihat khawatir tiba-tiba berubah gembira.”Gaby bicara pada kita Pah…”Ucap mama senang.Papa membelai lembut rambutku.”syukurlah…kamu sudah kembali nak.”
“Mah…pah,Fabio…”
“kami sudah tahu sayang.Pihak kepolisian mendatangi kami,dua hari yang lalu Fabio ditemukan tewas dikamarnya,Ia bunuh diri dan ia meninggalkan sepucuk surat,disurat itu ia mengakui dosa-dosanya,mungkin selama ini hidupnya tidak tenang.setelah mengetahui hal itu kami berniat menjemputmu.Setibanya kami disana,kamu ditemukan tidak sadarkan diri.Lalu kamu dibawa kesini.Kami hampir saja kehilanganmu Nak.Maafkan kami selama ini…”
Aku memotong penjelasan Papa,”Sudahlah Pah-Mah…aku ingin melupakan semuanya.Bantu aku untuk menata ulang hidupku kembali.”
“Pasti Nak…pasti !”
“Alhamdullilah Ya Allah !”
Ya,aku harus kembali bangkit,kembali menjalani kehidupanku yang sempat terhenti,karena aku masih punya pilihan untuk hidup.Akan kulanjutkan hidupku demi Vilan,kedua orang tua ku,dan tentunya untuk masa depanku sendiri.
Add a comment April 12, 2009
Arina Jangan Pergi !
Arina Jangan Pergi !
“Kecil mungil berwarna….warna-warni yang terangi alam…
Sentuhan karya indah jika tergambar baik…
Mata hati melihat kau sangat istimewa…
Terbang melayang-layang hinggap dibunga-bunga…”
Barry menatap ku dengan lembut seraya bernyanyi Kupu-kupu—Melly Goeslow.Suara merdunya menggetarkan hatiku.Entah mengapa ia suka sekali menyanyikan lagu kupu-kupu—Melly Goeslow untukku.Dan selalu saja ia memanggilku dengan sebutan“Kupu-kupu kecil ku”.Tangan Barry melingkar hangat dipinggangku.Ia masih menatapku,kali ini tatapannya sayu.Senyum Barry merekah manis diparas wajahnya yang tampan.Kedua bola matanya yang bening beradu pandang dengan mataku.Dia benar-benar dewa Yunani ku.
“Kupu-kupu kecil ku,kamu tahu aku paling suka ngliat kamu lagi ngapain?”
Aku memutar kedua bola mataku.”Hmmm…lagi apa?”Tanya ku balik.
“Aku paling suka melihat kamu ketika kamu menari Bali…aku suka sekali melihatnya.Seperti kupu-kupu…mata kamu mengerling indah dan tajam,gerakan yang gemulai,membisu dalam kerupawanan yang anggun,dan selendang yang terikat dipunggungmu itu seperti sayap yang akan membawamu terbang…melintasi langit.Kamu cantik sekali setiap kali membawakan tarian Bali.”
“Gombal ah !”
“Aku serius ! Kamu kan tahu sendiri,aku koleksi foto-foto kamu saat menari Bali.Aku suka sekali…aku ingin selalu melihat tarian indah kamu itu…”
“Kalau begitu,saat aku ulang tahun nanti,aku akan mempersembahkan tarian Bali untuk kamu…”
Dua hari lagi sweet-seventeen ku.Aku akan menarikannya untuk mu Barry.
Dihari ulang tahun ku yang kupikir akan menjadi moment yang paling indah,ternyata adalah sebuah moment terburuk disepanjang hidupku.Kenapa kamu memilih hari spesial itu untuk pergi meninggalkan ku…?Kenapa kamu bingkiskan luka untuk kado ulang tahunku?Tuhan…bebaskan aku dari penjara luka ini…
Arina terjaga dari mimpi buruk nya ! Sesak didada membuat nafasnya tercekat.Kenangan pahit itu selalu menghantui malam-malam Arina,membuat ia kesal setiap kali terbangun.”lagi-lagi mimpi itu…”batin Arina dengan penuh kebencian.Sekonyong-konyong pintu kamar Arina terbuka.Sosok cantik keibuan berdiri diambang pintu.
“Bisa ketok pintu dulu gak sih?”Ujar Arina kasar.
Wanita paruh baya itu mengulum senyumnya.seperti biasa wanita itu selalu bersikap sabar pada Arina—putri semata wayang nya.
“Maaf ya sayang mama lupa.Keluar yuk kita sarapan ! Dari tadi malem kamu kan belum makan.”
Arina tak mengindahkan ucapan mama nya.Ia melirik jam di HP—nya,pukul 08.00 pagi membuat Arina langsung beranjak dari tempat tidur nya dengan panik.Ia menyambar handuk hendak bergegas mandi.
“Kenapa mama gak bangunin aku sich?Mama kan tahu hari ini aku ada ujian peningkatan sabuk karate ! Aku tahu kalo mama gak suka ikut aku karate,tapi jangan kayak gini donk ma !”Omel Arina.
masih dengan kesabaran sang Mama,”Sayang,mama gak tega bangunin kamu.Semaleman badan kamu demam.Kamu kan lagi gak fit,ndak usah ikut ujiannya dulu ya cah ayu.Mama takut kamu kenapa-napa.Kamu ini perempuan,mbok ya ndak usah neko-neko ikut karate segala.Mama lebih suka melihat kamu nari Bali. ”
“Stop ! Stop ! Arina udah bilang Arina benci nari Bali ! Dan aku nggak akan pernah nari Bali lagi ! Aku berhak menentukan yang aku mau.Masalah kondisi aku,Arina gak serapuh yang mama pikir ! Jadi gak usah manjain aku deh !”
‘Arina sampai kapan kamu marah-marah seperti ini?Mama tahu ini bukan kamu nak.Mama merindukan Arina yang dulu…’ Batin wanita itu sedih.
* * *
Luka yang Barry torehkan dua tahun yang lalu membuat Arina kehilangan menjadi dirinya.Ia marah terhadap apa yang terjadi didirinya.Kemarahan dihati Arina merubah dunia nya yang indah,menjadikannya sebuah dunia yang penuh dengan pandangan sinisme yang lekat.Arina memang tetap berdiri tegar setelah ditinggalkan Barry.Namun ketegaran yang dibangun dengan sinisme hanya akan membuat hatinya digrogoti luka terus-menerus,dan tidak akan pernah bahagia.Sudah lama Arina pergi meninggalkan dirinya yang dulu.Arina yang lembut,baik,ceria dan tidak tempramen tinggi…tertinggal oleh dimensi waktu.
Arina membuka matanya.ia melihat disekelilingnya berputar-putar.Kepalanya pening sekali.Tubuh Arina terasa berat.Isi perutnya bergejolak hebat,mengguncang ulu hatinya.Lambung Arina serasa dikerat-kerat.Lidahnya pahit.Aroma rumah sakit menusuk hidung Arina.Arina mengedarkan pandangannya keseluruh sudut ruangan.Didapati wajah mama nya tersenyum lega melihat putrinya tersadar.Akal sehat Arina mencoba mengingat sesuatu.Ya Arina ingat betul,ketika ujian karate,Arina tak sempat mengisi perutnya dengan nasi.Ia hanya mengganjalnya dengan coklat dan menggilasnya dengan soft-drink .Alhasil setiba dirinya dirumah Arina muntah-muntah,dan kemudian tubuh nya tumbang.Arina merasakan sentuhan hangat menggenggam tangannya yang lemah.
“Anak mama kok bisa sakit sih?Ini akibatnya kalo gak teratur makannya…”
Arina tersenyum tipis melihat wajah mamanya yang selalu saja tersenyum padanya.
“Sayang,mama tahu apa yang bikin kamu jadi berubah.Tapi sampe kapan kamu menyiksa diri kamu terus…?”
“Arina lelah mah…Arina sudah lelah…”
“Kalau kamu sadar sudah lelah,berhentilah berlari.Tegar itu bukan berarti harus membenci hal-hal yang membuat kamu teringat pada Barry.Itu hanya akan melukaimu saja sayang.Jangan membenci kehidupanmu untuk meredam kesedihan kamu.Rasanya bodoh sekali kalau kita membenci permasalahan-permasalahan yang sudah menjadi bagiaan dari kehidupan.Kamu harus menghadapinya,kamu gak boleh lari dari ingatan atas pengalaman pahit.Semakin pahit peristiwa yang pernah kita alami,maka semakin jagoan kita dikemudian hari.Relakan kepergian Barry nak…! Belajarlah menerima kehilangan dengan ikhlas.”
Arina menghambur kedalam pelukan mamanya.Ia menangis sejadi-jadinya.Tangisan yang dulu ia tahan untuk tidak terjatuh setetespun.Kini meledak dalam dekapan seorang ibu…
“Maafin Arina mah…! Arina pikir dengan merubah diri Arina adalah cara yang tepat untuk menghilangkan rasa sakit karena ditinggal Barry.Selama ini Arina udah sok tangguh…padahal Arina rapuh mah…”
Mama mengusap-usap punggung Arina dengan sayang.”Arina,sudah saatnya kamu menyelesaikan kesedihan dihati kamu.Barry sudah pergi…dan dia tidak akan kembali lagi.Dia hanya kenangan.Sementara kamu?Kamu masih memiliki kehidupan yang indah jika kamu mau membuka mata.Masih ada mimpi-mimpi masa muda yang harus kamu raih.Jangan berhenti melangkah,karena dunia tetap berputar.Selalu ada banyak pengganti dari rasa kehilangan.Sebenarnya,kalau saja kamu mau sadari,Tuhan selalu memberikan kamu kebahagiaan.Tapi kamu selalu menolak kebahagiaan yang datang dengan sikap sinis kamu.Kamu selalu saja membatasi diri kamu dengan dunia luar,menarik diri dari pergaulan,berubah jadi Arina yang pemurung dan galak.Sayang…Mama rindu Arina yang dulu,Arina yang ceria,Arina yang murah senyum,Arina yang penuh semangat,Arina yang gak pernah marah-marah,Arina yang suka menari Bali.Kembalilah Nak…jadi dirimu sendiri.Kalau dunia melukaimu,jangan merubah apa yang sudah tercipta indah dihatimu.Arina,jangan pergi lagi ya Nak,karena dunia merindukan kamu yang dulu.”
Mama menghapus air mata diwajah putrinya yang masih tampak pucat.Arina tersenyum,senyuman yang sama seperti dulu lagi.“Mama,maafkan Arina ya…Arina udah bikin mama sedih…Arina janji Ma…Arina gak akan pergi kemana-mana lagi…Arina akan kembali jadi diri Arina lagi”
Kali ini bukan Barry lagi yang menyanyikan lagu kupu-kupu—Melly Goeslow,kali ini Mama yang menyanyikan lagu kesukaan Barry.Kehebatan cinta seorang ibu terhadap anaknya tak pernah terkalahkan oleh apapun didunia ini.
“Kupu-kupu jangan pergi…
Terbang dan tetaplah disini
Bunga-bunga menantimu
Rindu warna indah dunia…
Anak kecil tersenyum manis pandang tarianmu indah
Kupu-kupu jangan pergi…”
4 komentar April 12, 2009