Posts filed under: ‘Dear Diary‘
Ketika Hujan Menari Bersama Resah ku.
Hujan…
basahi resah ku,
wajah kekasih terlihat dibalik kabut,
diantara derai angin, resah semakin mengulum ku dalam…
Tuhan, maafkan aku…
aku semakin tidak berani mendekat pada MU.
aku malu…
@Trendzsalon
menikmati SPA
Add a comment Februari 8, 2010
Jika tulus mencintai ku, terimalah prinsip ku !
Sayang, aku tahu kamu kecewa tentang prinsip-prinsip ku mengenai batasan kita berpacaran. Terserah jika semua orang bilang aku cupu, norak, dan ketinggalan jaman. Aku tidak peduli mengenai pendapat omong kosong itu. Yang terpenting aku merasa benar karena menjaga prinsip ku ini. Aku tidak ingin melangkah dengan salah, sayang. Aku mohon kendalikan keinginan kamu, kalau kamu benar-benar tulus menyayangi aku, kamu pasti bisa mengontrol pikiran liar kamu untuk tidak menyentuh ku lebih dari yang kamu mau. Demi Tuhan, aku menyayangi kamu. Membuktikan cinta atau tidak itu, bukan dengan cara berhubungan fisik, tapi dengan perhatian dengan tulus, rasa perduli, saling menghargai, dan pengorbanan. Aku selalu berdoa, agar kamu mengerti akan hal itu.
Add a comment Februari 8, 2010
Cinta Tidak / Ya
Kamu mencintainya ?
Ya. Ucap ku ketika semua orang bertanya.
Tapi dalam hati aku tidak yakin akan jawaban ku.
Hati ku yang paling mengetahuinya, bahwa aku hanya membutuhkannya.
Tapi kemudian, aku merasa tidak yakin dengan hati ku sendiri.
Apakah benar aku hanya sekedar membutuhkannya ?
Lalu mengapa aku begitu tergantung dan kecanduan padanya ?
Ah, apakah aku sudah mulai mencintainya ?
Apakah aku hanya terlalu takut mengakui bahwa cinta itu sudah ada.
Ah, sialan… lagi-lagi aku merasa ragu cinta tidak / ya…. ?
Add a comment Februari 7, 2010